Pandora Hunt: Produk Kerajinan Kulit dan Aksesoris Masih Diburu

Editor: KRjogja/Gus

Produk kerajinan industri kulit dan aksesoris kreatif UKM dan UMKM di event Pandora Hunt banyak menarik perhatian. Di hari kedua event, Sabtu (24/9) sejak pagi, sejumlah stand yang memamerkan produk kerajinan langsung diburu pengunjung, entah sekadar melihat-lihat atau bertanya tentang proses pembuatan produksi.

Seperti stand aksesoris Watutali contohnya yang memamerkan aksesoris gelang rajut bermata batu yang sudah terasah atau yang dibentuk. Pengunjung penasaran dengan keunikan paduan warna tali yang kuat. Bahkan gunting pun tak cukup tajam memotong gelang rajutan.

"Tadi lebih banyak pengunjung yang nanya soal proses pembuatannya sih. Kenapa bisa begini, kenapa bisa begitu lalu ya ngobrol-ngobrol saja selanjutnya. Ada juga yang beli langsung banyak," kata Bella Nofita, penjaga stand Watutali.

Produk kerajinan kulit berupa tas, dompet, dan kalung kartu juga mendapat banyak perhatian. Sejauh ini produk kerajinan kulit hanya dikenal dan terpusat di daerah Selatan. Pengunjung pun banyak mengira demikian ketika nongkrong di stand Kawi milik Encis kemarin. Namun ketika dijelaskan bahwa produknya ini dibuat mandiri dan tidak terpusat di Bantul, pengunjung pun banyak kaget. "Kami kira produk kerajinan kulit dari Bantul, tapi pas dicek bau kulitnya sangat berbeda," jelas Hakim Ahziawan, salah satu pengunjung event Pandora Hunt.

Meski diguyur hujan, stand yang berdiri sejak pagi mulai banyak menarik pengunjung. Baik makanan hingga produk kerajinan sama-sama menarik pengunjung yang datang silih berganti. Hari kedua Sabtu (24/9) pun ditutup dengan spesial konser dari Payung Teduh, Finest Tree, dan Batiga juga Ilona. "Tiket Pre Sale langsung ludes dalam beberapa hari. Tapi animo penonton masih besar dan beli tiket on the spot," beber Reza dari Divisi Tiket Pandora Hunt.

Event Pandora Hunt memamerkan puluhan stand produk kerajinan UKM dan UMKM dan akan digelar hingga Minggu (25/9) besok. Sejumlah band lokal pun siap menutup event yang mengangkat industri kreatif di Yogyakarta ini. (*)

 

BERITA REKOMENDASI