Panwaslu Sleman Awasi Pantarlih

SLEMAN, KRJOGJA.com – Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Sleman mengajak seluruh masyarakat untuk ikut melakukan pengawasan dalam proses pemutakhiran data pemilih (pantarlih) Pemilu 2019. Pengawasan dilakukan agar daftar pemilih benar-benar yang memenuhi syarat.

Setidaknya ada lima potensi pelanggaran dalam proses pendaftaran pemilih. Pemilih ganda, pemilih invalid atau tidak dikenal, data pemilih tidak lengkap, data pemilih tidak akurat dan pemilih tidak masuk dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS). 

Ketua Panwaslu Sleman Ibnu Darpito mengatakan, dalam proses pantarlih seringkali tidak terjangkau oleh petugas pengawas. Baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan. Untuk itu keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan.

"Jika masyarakat menemui ada nama yang tidak sesuai atau sebaliknya dapat melaporkan langsung ke petugas. Misal sudah meninggal dunia, pindah penduduk atau sudah berusia 17 tahun," katanya dalam Sosialisasi Pengawas Pemilu Panwaslu Sleman dengan tema Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu 2019 di Hotel Grand Keisha, Senin (26/3). 

Ketua Bawaslu propinsi DIY Bagus Sarwono menuturkan, saat ini dalam hal pendaftaran pemilih masih ada permasalah. Seperti  perekaman KTP Elektronik, termasuk di DIY. Potensi pemilih pemula di Yogyakarta juga cukup besar, mencapai 50 persen. 

"Daftar pemilih ini sangat menentukan, sehingga harus dicek benar dan harus selalu dievaluasi. Karena terkait dengan daftar pemilih dapat menimbulkan permasalah dalam pemilihan," ujarnya. (Awh)

BERITA REKOMENDASI