Parade Tilawah Tingkatkan Kecintaan Terhadap Alquran

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN (KRJOGJA.com) – Yayasan Pusat Pengembangan Islam Mataram (YPPIM) Yogyakarta terus mengajak masyarakat/umat untuk meningkatkan kecintaan terhadap Alquran. Bukan sekedar menjadikan 'pusaka', tetapi benar-benar menjadikan Alquran sebagai rujukan hidup dan bacaan harian sehingga termasuk dalam kategori 'Sabiqun bil-khairat' atau yang lebih dahulu berbuat kebaikan.

Ketua YPPIM Ir H Sutrisno MES mengatakan untuk memupuk cinta quran, YPPIM berkomitmen melestarikan semangat dan nilai-nilai MTQ nasional ke-16 tahun 1991 yang diselenggarakan di Yogyakarta, melalui berbagai kegiatan. Salah satunya mengadakan Parade Tilawah dan Seminar Pengembangan Pemahaman Alquran dan Ilmu Qiraah di Indonesia di Student Center Al Azhar, Jalan Lingkar Utara Ringroad, Mlati Sleman, Minggu (30/9/2018). Kegiatan yang menggandeng Yayasan Asram ini sekaligus dalam rangka memperingati Tahun Baru Hijrah 1440 H (Bulan Muharram).
 
Parade tilawah menghadirkan qori/qoriah nasional dan internasioal DIY antara lain Muhammad Nur, Herfan Said, Nabil Mubarok, Ulin Nuha, Tantan Al Barozi, Ahmad Syauqi dan Siti Dzakiyah. Sedangkan seminar menghadirkan narasumber Dr Phil Sahiron Syamsudin MA yang menyampaikan soal pengembangan penafsiran Quran era kontemporer, Ahmad Rofiq MA PhD tentang living quran in Indonesia: base line dan upaya pengembangan serta Abdul Jalil Al Hafidz SThI MSi tentang ilmu qiraah: antara teori dan praktik.

Menurut Sutrisno, setelah penyelenggaraan MTQ Nasional di Yogyakarta tahun 1991, muncul keinginan untuk terus melestarikan semangatnya, maka didirikanlah YPPIM. Berbagai kegiatan dilakukan YPPIM seperti bakti sosial, wakaf buku, pendidikan dan lain-lain. Untuk lebih menggencarkan syiar Islam, maka YPPIM melakukan terobosan dengan menyelenggarakan seminar dan parade tilawah. "Intinya adalah untuk syiar Islam juga membudayakan cinta baca quran (tilawah quran)," kata Sutrisno kepada KRJOGJA.com disela acara.

Ketua Panitia Drs H Masharun Ghozali MM mengatakan, dalam parade tilawah, para qori/qoriah tampil bersama dengan metode sahut-sahutan (membaca bersama), lalu individu dilanjutkan bersama lagi. Menurutnya kegiatan ini untuk membumikan quran di tengah-tengah umat dan menjadikan muslim melek quran. Yaitu disamping bisa membaca quran juga mengerti tafsirnya dan bahkan bisa melantunkan secara indah (qiraah). "Kedepan kita akan mendirikan asrama qori sehingga diharapkan muncul qori/qoriah nasional dan internasional dari DIY," katanya. (Dev)

 

BERITA REKOMENDASI