Parman Subekti Pencipta Kalender Abadi Masehi Hijriyah

PARMAN Subekti, seorang kakek berusia 82 tahun berhasil menciptakan Kalender Abadi secara manual menggunakan kertas, pernah memecahkan rekor MURI pada 2007 silam. 

Kalender abadi berfungsi untuk mencari tanggal, hari, dan pasaran di masa lampau dan masa yang akan datang, dapat dipergunakan masyarakat untuk keperluan administrasi, dokumentasi, dan pencarian hari sesuai tanggal Masehi, Hijriyah, dan Jawa. Kalender abadi dilengkapi dengan hari, pasaran Jawa, tanggal, bulan, dan tahun (Masehi, Hijritah, dan Jawa) yang dimulai pada tahun 0 hingga tak terbatas.

Parman yang tinggal di Perum Minomartani, Ngaglik, Sleman ini mengatakan meskipun secara manual menggunakan gambar yang tersusun seperti sebuah tumpeng, namun keakuratan dapat dipercaya. Bahkan, juga  mengubahnya secara elektronik dan tersimpan pada CD. "Saya punya software kalender yang dapat mengakses hingga tahun 66 ribu tahun yang akan datang," ungkapnya.

Selain terdaftar pada rekor MURI, 4 piagam lainnya telah ia terima yaitu piagam dari Bupati Sleman pada November 2007, HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) Mei 2008, Pusbud Depdiknas November 2008, dan LIPI Jakarta pada April 2009.

Ditemui pada pembukaan Pameran Temporer Angkasa Raya Ruang dan Waktu di Museum Sonobudoyo, Selasa (10/12), ia menjelaskan cara kerja Kalender abadi yang berbentuk menyerupai tumpeng tersebut harus diputar untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Misalnya ia menghitung Selasa Wage yang suatu saat akan mengalami pertemuan pada perhitungan kalender Masehi dan Kalender Hijriah.

"Selasa wage itu merupakan hari yang sangat penting dan unik, yang suatu saat akan bertemu pada Kalender Masehi dan Hijriyah di tahun yang sama. Meskipun kalender Hijriyah selalu lebih cepat 11 hari dari Kalender Masehi, artinya terjadi akumulasi selisih," jelasnya.

Ia menjelaskan tahun ini menunjuk pada 2019 pada kalender Masehi, sama dengan tahun 1441 pada kalender Hijriyah, yang artinya terdapat selisih 578 tahun. Sehingga setelah dihitung menggunakan Kalender Abadi, Selasa Wage akan mengalami pertemuan perhitungan Kalender Masehi dan Hijriyah pada 1 Mei / 1 Jumadil Awal pada tahun yang sama yaitu tahun 20.874.

Ia berharap temuannya dapat bermanfaat untuk kepentingan masyarakat. Kalender Abadi dapat dilihat di Pameran Temporer Angkasa Raya Ruang dan Waktu di Museum Sonobudoyo pada 10 Desember 2019 hingga 10 Februari 2020 mendatang. (C-4).

BERITA REKOMENDASI