Pasar Cebongan Tutup Tiga Hari

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman masih melakukan tracing terkait petugas penjaga Mandi Cuci Kakus (MCK) dan seorang penjual di Pasar Cebongan Mlati Sleman. Sejauh ini dari hasil tracing yang dilakukan terhadap keluarga dan pedagang, ada beberapa yang dinyatakan positif Covid-19.

Kepala Dinkes Sleman Joko Hartaryo menjelaskan, kasus positif Covid-19 di Pasar Cebongan ini diawali dari dua kasus yang merupakan penjaga MCK dan satu pedagang. Dinkes Sleman juga sudah dilakukan tracing sekitar 98- 100 orang.

”Dari hasil tracing, ada yang sudah diuji rapid rest dan uji swab. Yang rapid test hasilnya reaktif juga sudah langsung diswab,” terangnya.

Joko menerangkan, hingga saat ini dari awalnya dua pasien bertambah lima dan hasil terakhir bertambah lagi menjadi 12 orang yang dinyatakan positif. Sebagian besar merupakan anggota keluarga dari dua kasus positif yang pertama. Namun ada juga sesama penjual yang dinyatakan positif Covid-19.

”Upaya tracing masih akan terus dilakukan. Kami sudah berkoordinasi dengan Disperindag Sleman dan Satuan Polisi Pamong Praja,” tandasnya.

Disinggung soal klaster baru di Pasar Cebongan ini, Joko mengungkapkan, selama ini yang namanya klaster kalau ada pola penularan jelas mulai sampai generasi ketiga. Sehingga jika dilihat dari pertimbangan secara epidemiologis, kasus positif di Pasar Cebongan ini sudah termasuk klaster. ”Sumber awal tidak diketahui tapi menularkan satu dan satunya,” kata Joko.

Ditambahkan, bagi orang yang melakukan kontak erat dengan pasien positif, telah menjalani karantina mandiri. Sebagian besar ada yang di shelter Asrama Haji tapi ada juga yang di rumah sakit karena menunjukkan gejala ringan hingga sedang. Kapasitas di Asrama Haji saat ini sebanyak 138 bed, tapi yang digunakan merupakan ruangan di lantai enam dengan kapasitas 60 bed.

Terpisah, Sekda Sleman Harda Kiswaya menyatakan sejauh ini tracing yang sudah dilakukan lebih dari satu blok pasar. Sehingga penutupan pasar harus dilakukan sejak hari Selasa (15/9) hingga Kamis (17/9) mendatang.

”Penutupan pasar bukanlah hal mudah yang dilakukan. Dikhawatirkan masyarakat akan takut kembali lagi ke pasar jika penutupan sudah dilakukan. Sejauh ini protokol kesehatan di pasar sudah dilakukan secara ketat. Namun kami tidak bisa memonitor mobilitas pedagang secara menyeluruh. Apalagi dagangan yang ada di Sleman juga banyak didatangkan dari luar Sleman. Sayuran yang didatangkan dari Magelang sampai dengan Pantura,” ujarnya. (Aha)

BERITA REKOMENDASI