Pasar Godean Dikonsep Milenial Namun Tetap Tradisional

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Revitalisasi Pasar Godean mendekati realisasi. Pusat jual beli berbagai kebutuhan masyarakat yang terletak di Sleman barat ini tetap dikonsep sebagai pasar tradisional namun juga familier bagi kaum milenial.

Nantinya Pasar Godean akan buka selama 24 jam. Dengan ornamen khas Yogya seperti gapura, pendopo, lapangan kecil semacam miniatur alun-alun, nantinya tempat ini akan seperti pasar terbuka dengan atap yang bisa dibuka serta ditutup kembali.

Gambaran tentang Pasar Godean tersebut terungkap saat pengumuman pemenang ‘Sayembara Desain Pasar Godean’ yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman berkerjasama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) DIY. Dalam sayembara ini keluar sebagai pemenang Tim PGD-128 dan berhak meraih hadiah uang Rp 100 juta.

Kepala Disperindag Sleman, Mae Rusni Suryaningsih mengatakan konsep desain dari pemenang sayembara ini telah sesuai dengan apa yang diharapkan semua pihak. Tim pemenang mampu masukan segala kebutuhan pedagang dalam desain yang dibuatnya.

“Konsep yang ditawarkan sesuai dengan yang kami harapkan. Segalanya telah terpenuhi dalam desain yang dibuat,” kata Mae Rusni Suryaningsih usai kegiatan penjurian serta pengumuman pemenang sayembara di kantor Diskominfo Sleman, Rabu (16/09/2020).

Ia menambahkan desain pemenang inilah yang nantinya akan dijadikan konsep pembangunan Pasar Godean. Mengenai pelaksanaan revitalisasi, Mae Rusni Suryaningsih belum bisa memastikannya karena masih menunggu keputusan dari pemerintah kabupaten

Ketua Juri sayembara dari IAI DIY, Jatmika Adi Suryabrata mengatakan kriteria yang menjadi pemenang yakni desainnya mencakup keselamatan, kenyamanan dan menawarkan bisa untuk kegiatan baru. Bangunan tidak hanya sekedar kokohs aja, namun juga bersih serta bisa menciptakan hal yang baru.

“Membuat masyarakat yang datang ke sana tidak hanya sekedar belanja. Bisa juga berwisata, termasuk anak muda. Aktivitas pagi sampai sore bisa untuk pedagang pasar, malam harinya ada kuliner,” katanya.

Adanya pendopo dan alun-alun kecil nantinya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat. Selain itu keberadaan pedagang kripik belut dan penjual sepeda tua akan tetap akan dipertahankan dan dijadikan ikon di pasar tersebut.

Sementaraitu Bupati Sleman, Sri Purnomo mengapresiasi konsep desain Pasar Godean tersebut. Menurutnya desain tersebut menjawab kebutuhan tak hanya para pedagang saja, melainkan juga seluruh masyarakat Sleman.

“Di dalam untuk jual beli perdagangan, sedankan di luar bisa bisa untuk berbagai kegiatan. Bisa untuk istirahat, membaca, olahraga dan terbuka bagi siapa saja,” jelasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI