PASER, Induk Organisasi Seni Religi Kabupaten Sleman

Editor: Ivan Aditya

WADAH kegiatan kelompok-kelompok seni religi di Kabupaten Sleman, baik yang Islami maupun tidak berada di Paguyuban Seni Religius (PASER). Paguyuban ini merupakan kepanjangan tangan Dinas Kebudayaan Sleman dalam memberikan bimbingan dan pembinaan, sekaligus membantu program pemerintah daerah dalam mempertahankan, melestarikan dan meningkatkan kualitas kelompok sehingga semakin diminati semua kalangan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Dokumentasi, Sarana dan Prasarana Kebudayaan, Dinas Kebudayaan Sleman Wasita SS MAP, di kantornya, Jumat (28/08/2020).

Menurut Sekretaris I PASER. Heru Kusriyanta komunitasnya terbentuk pada tahun 2005 dengan anggota 7 kelompok meliputi, Kecamatan Turi, Tempel, Sleman, Seyegan, Godean, Gamping dan Moyudan. Saat ini kelompok yang tergabung dalam PASER telah mencapai 17 kecamatan, dengan jumlah 150 kelompok dan sudah mempunyai Nomor Induk Kebudayaan Daerah (NIKD).

Kelompok seni religi tersebut antara lain, Kubro Siswo, Badui, Peksimoi, Trengganon, Sholawat Jawa dan Hadroh. Untuk kelancaran organisasi, kesekretariatan berada di Dusun Kemiri, Margorejo, Tempel, Sleman. Sesuai dengan semboyan ‘Membangun Sleman dengan Seni dan Membentuk Masyarakat yang Berbudaya serta Berkarakter Agamis’, PASER semakin eksis dalam upaya pengembangan seni budaya.

Diantaranya, ikut memeriahkan event-event tingkat kabupaten mengirimkan anggotanya dalam berbagai acara. Selain itu juga banyak kelompok-kelompok yang sering tampil dalam acara yang digelar secara pribadi, peringatan hari besar Islam dan yang lain.

“Pengurus inti di tingkat kabupaten, pengurus wilayah atau korwil dan korcam ada di tingkat kecamatan. Semuanya terealisasi tahun 2017 dengan tujuan untuk menjangkau 17 wilayah binaan,” tambah Heru Kusriyanta.

Pengurus inti terdiri, Ketua Umum: Nurdin, Ketua I: Sarjana, Ketua 2: Untung Raharja, Ketua 3: Afnan Haryadi. Sekretaris I: Heru Kusriyanta, Sekretaris 2: Agus Ali SAg MM, Sekretaris 3: Faizin, Bendahara I: Anggraheni, Bendahara 2: Maryati, bendahara 3: Sumitro dilengkapi seksi-seksi. Guna mendukung kemajuan sektor pariwisata PASER, turut memberikan andil dan kontribusi di tempat-tempat wisata dengan menggelar berbagai pertunjukan seni.

Hal ini ternyata mampu meningkatkan daya tarik objek wisata di kabupaten Sleman, untuk dikunjungi wisatawan, seperti di Kaliurang, Tebing Breksi dan Lava Bantal. “Tempat-tempat perbelanjaan atau mal, juga mengirim sebagai Duta Wisata ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.” tambahnya.

Dengan kata lain, keberadaan PASER membuat kelompok-kelompok seni religi yang hampir hilang, ini bermunculan kembali lebih bersemangat karena adanya legalitas dari Dinas Kebudayaan Sleman. Selain itu juga adanya fasiltasi pentas dan sarana prasarana dari pemerintah, membuat kelompok semakin berkualitas serta lebih kreatif dalam pengembangannya.

Harapannya, dengan semakin tertata organisasinya lewat PASER, keberadaan seni religi semakin berkembang dan diminati membawa masyarakat Sleman yang berbudaya. Untuk memudahkan koordinasi dibagi tiga wilayah yakni, Korwil Timur (Prambanan, Berbah, Kalasan, Depok, Ngaglik, Ngemplak), Korwil Barat (Seyegan, Godean, Moyudan, Minggir, Gamping) dan Korwil Utara (Cangkringan, Pakem, Turi, Tempel, Sleman dan Mlati). (Sutopo Sgh)

 

BERITA REKOMENDASI