Pastikan Konsumsi Makanan Aman, BPOM Terus Gelar Operasi

SLEMAN, KRJOGJA.com – Menjelang perhelatan Natal dan Tahun Baru, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menggelar operasi ke sejumlah toko dan swalayan di wilayah DIY untuk memastikan konsumsi makanan aman. Hal ini ditegaskan Kabid Pemeriksaan BPOM DIY, Dra Triyanti Setyorini Apt MKes, baru – baru ini. 

"Masyarakat harus waspada kalau membeli, masyarakat harus teliti, kemasan, ijin edar, kadaluwarsa, konsumen lebih cerdas. Maka dari BPOM selalu mengingatkan untuk mengecek Kemasan, Label, Ijin edar, Kadaluwarsa (KLIK). Kalau masih ada yang langgar ijin edar ataupun kadaluwarsa jangan boleh dijual. Kalau bisa dikembalikan ke penyalurnya. Jadi konsumen harus cerdas," jelas Triyanti.

Berdasarkan data BPOM DIY sampai dengan pertengahan Desember, sudah ada 3 distributor dan 61 ritel yang diperiksa."Dari pemeriksaan yang kami lakukan, temuan produk rusak ada 20, kadaluwarsa 24. Kemudian yang tanpa ijin edar n952," jelas Triyanti.

Sebelumnya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY beserta TPID Kabupaten/Kota telah melakukan pemantauan harga dan ketersediaan stok bahan pokok (bapok) ke pasar-pasar tradisional dan distributor di Kabupaten/Kota jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Berdasarkan hasil pemantauan yang dilaksanakan TPID DIY tersebut secara umum kondisi harga beberapa komoditas yang sering menjadi penyumbang inflasi di DIY masih stabil serta terdapat beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga namun masih dalam batas kewajaran. Kondisi stok bapok di DIY dalam menghadapi Nataru dapat dipastikan tercukupi. 

Asekda Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Tri Saktiyana mengatakan tujuan dari kegiatan tersebut guna melihat kondisi ketersediaan stok dan pergerakan harga kebutuhan bapok di DIY menjelang datangnya Nataru. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan selama pemantauan antara lain telur ayam broiler, minyak goreng curah, bawang merah besar, bawang merah kecil dan komoditi cabai.

"Harga bapok baik di pasar tradisional maupun supermarket di DIY masih bergerak dalam batas wajar alias tidak terlalu signifikan. Sedikit ada kenaikan harga yang paling tinggi adalah cabai dan bawang merah yang naik lebih dari 10 persen, sedangkan komoditas bapok lain relatif tipis pergerakan harganya," papar Tri Saktiyana di Gedhong Pracimosono Kepatihan, beberapa waktu lalu.

Wakil Ketua TPID DIY Hilman Tisnawan menyampaikan volatile food itu merupakan komponen utama yang mempengaruhi inflasi DIY, disamping administerd prices. Inflasi DIY ditargetkan diangka 3,5 persen plus minus 1 persen hampir sama dengan target inflasi nasional pada 2019 ini. " Komponen volatile food yang berfluktuasi yaitu telur ayam, cabai dan bawang merah saat ini. Sebenarnya kenaikan harga beberapa bapok tersebut masih tidak terlalu tinggi, jadi kami optimis komoditas yang naik masih dalam batas kewajaran bukan karena ada masalah di sisi pasokan atau distribusi," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY ini. 

Kepala Kanwil Perum BULOG DIY Juaheni mengakui stok bapok yang ada di Bulog sangat mencukupi sekitar 40 ribu ton beras ditambah gula pasir, minyak goreng, tepung terigu dan daging kerbau sekitar 32 ton." Masyarakat tidak perlu khawatir dengan pasokan stok pangan di DIY dan sekitarnya, kami sudah siapkan stoknya cukup untuk kebutuhan Nataru," katanya. 

Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menambahkan dalam rangka menjaga stabilitas inflasi daerah, beberapa program kerja TPID DIY menjelang Nataru yaitu menjaga kecukupan stok pangan strategis dengan melakukan pengawasan terhadap potensi gangguan produksi dan distribusi dan pengelolaan ekspektasi melalui berbagai media informasi, baik cetak maupun elektronik. Pelaksanaan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) dalam rangka menjaga ketersediaan dan kestabilan harga bahan kebutuhan pokok serta melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pangan pokok di kabupaten/kota menjelang Nataru. (Rdi)

 

BERITA REKOMENDASI