Patroli Jalur-jalur Tikus di Sleman Digencarkan

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Jalur-jalur tikus yang berada di daerah perbatasan Kabupaten Sleman dengan daerah lain masih terlihat landai. Belum banyak kendaraan dari luar daerah atau pemudik yang melintas di jalur tikus.

Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman Arip Pramana didampingi Kabid Transportasi Marjana mengatakan, Dishub bersama Satpol PP dan Polsek setempat, kemarin telah melakukan patroli di jalur-jalur tikus. Dari hasil pantauan, belum banyak pemudik yang melintas di jalur alternatif.

”Jalur alternatif mayoritas hanya dilalui warga sekitar. Sedangkan untuk kendaraan dari luar daerah belum banyak,” kata Arip.

Menurutnya, tidak banyaknya pemudik yang melintas di jalur alternatif itu kemungkinan masyarakat sudah mematuhi larangan dari pemerintah. Di samping itu, di jalur-jalur utama sudah dilakukan penyekatan.

“Bisa jadi masyarakat banyak yang tidak mudik atau bisa juga, pemudik itu sudah terkena penyekatan di jalur utama atau di daerah lain sehingga tidak bisa masuk ke wilayah Sleman,” ujar Arip.

Jika nanti ada kendaraan dari luar daerah atau pemudik yang melintas jalur alternatif, petugas gabungan akan memeriksa. Jika bukan termasuk yang dikecualikan, kendaraan akan diminta putar balik.

”Ketika nanti ada yang lolos masuk jalur alternatif, ya nanti akan kami periksa. Kalau tidak dapat menunjukkan surat atau bukan termasuk yang dikecualikan, terpaksa kami minta putar balik,” tegasnya.

Marjana menambahkan, kemungkinan jalur alternatif itu akan mulai meningkat volume kendaraannya saat H-1 dan hari H Lebaran. Untuk itu, Dishub akan mengantisipasi agar pemudik tidak bisa masuk ke Sleman.

”Yang perlu kita antisipasi saat menjelang malam Lebaran atau hari H. Nanti jalur-jalur tikus akan kami perketat penyekatan maupun patroli,” jelas Marjana. (Sni)

BERITA REKOMENDASI