PB Griya Bugar, Rutin Latihan Demi Prestasi

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Persatuan Bulutangkis (PB) Griya Bugar intensif mempersiapkan diri untuk berlaga di event-event persahabatan maupun turnamen resmi. Seminggu tiga kali, para pemainnya digembleng di GOR Griya Bugar di Jalan Tantular 148 Pringwulung, Sleman, dibawah asuhan pelatih Aji Basuki (mantan pelatih nasional tim bulutangkis Australia) dan asisten pelatih Aldo Artha.

Tidak mengherankan jika beberapa pemain PB Griya Bugar turut meramaikan peta bulutangkis di DIY. Pengurus PB Griya Bugar mengurung target prestasi sebagai tolak ukur keberhasilan latihan.

Tangan dingin pelatih Aji Basuki yang pernah menghuni Pelatnas Cipayung tahun 2002-2004 dan merupakan ‘jebolan’ PB Djarum Kudus (1995-2002), terbukti mampu mencetak pemain-pemain yang semula hanya ‘main-main, kemudian meningkat menjadi pemain yang profesional. Nama-nama yang muncul dari hasil gemblengan Aji Basuki, antara lain Rezha Arzhan, Aditya, Michael, Oni, Welly, Topik, Heru, dan Aldo Artha.

Ketua PB Griya Bugar, Dokter Handi Suhendra, Jumat (03/09/2021) menyampaikan PB Griya Bugar dirintis sejak tahun 2009 dengan pemain-pemain yang saat itu sering diistilahkan sebagai pemain ‘kelas kampung’. Tempat latihan berpindah-pindah dari gedung olahrage satu ke gedung olahraga lain, itu pun dengan status menyewa. Pemain yang aktif saat itu berkisar 4 sampai 8, baik yang sudah terbiasa memegang raket maupun yang masih ajaran.

“Saat itu situasinya benar-benar bisa dikatakan baru merangkak, sehingga butuh kesabaran dan ketelatenan agar bisa berkembang,” ujar Dokter Handi.

Dokter Handi menjelaskan seiring perjalanan waktu, PB Griya Bugar mampu memiliki gedung olahraga sendiri. Dengan demikian, para pemain bisa berlatih secara kontinyu dan fokus. Gedung olahraga yang berada di Jalan Tantular 148 Pringwulung, menjadi saksi bagaimana PB Griya Bugar mampu berkembang, beberapa pemainnya berprestasi di tingkat daerah maupun nasional. Dokter Handi menyebut kehadiran pelatih Aji Basuki menjadi salah satu ‘magnet’ tersendiri bagi pemain-pemain yang tergabung di PB Griya Bugar.

Dokter Handi menambahkan, PB Griya Bugar terbuka bagi pemain manapun dan dari latar belakang apapun. Prinsip kebersamaan dan paseduluran dipegang erat, sehingga sampai sekarang PB Griya Budar tetap bertahan. Bahkan, saat ini PB Griya Bugar menampung tidak kurang 40 pemain dari Sleman dan sekitarnya. “Termasuk kami mulai merintis pemain-pemain kategori pemula dan remaja,” kata Dokter Handi.

Disebutkan, dengan prinsip kebersamaan dan paseduluran ternyata banyak pemain yang betah berlatih di PB Griya Bugar. Selain sebagai olahraga rekreatif, PB Griya Bugar juga mengusung target prestasi kepada para pemain.

Dokter Handi berharap para pemain PB Griya Bugar bisa membawa nama harum klub maupun DIY. Karena itu, intensitas latihan harus ditingkatkan agar kualitas pemain terhaga. (Hrd)

BERITA REKOMENDASI