Pedagang Pasar Akui Muslimatun Kandidat Terbaik

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Hari-hari terakhir kampanye, Calon Bupati Sleman nomor urut 02 Sri Muslimatun menemui para pedagang pasar tradisional di kawasan Prambanan Sleman, Rabu (02/12/2020). Muslimatun hadir memenuhi undangan dari para pedagang. Mereka ingin bertemu sekaligus menitipkan aspirasi untuk kemajuan pasar tradisional.

Adalah Sigit Milu, koordinator pedagang Pasar Prambanan yang mengakui Sri Muslimatun adalah kandidat terbaik dalam Pilkada Sleman. Pernyataan ini bukan keputusannya secara pribadi, melainkan suara dari segenap anggota pedagang. “Kami mengakui bu Sri Muslimatun adalah kandidat terbaik. Sejak menjabat sebagai Wakil Bupati, Bu Mus selalu berpihak pada nasib pedagang pasar,” jelas pemilik kios sembako di lantai 3 Pasar Prambanan itu.

Lain halnya dengan Indah, pedagang makan ringan itu menilai Muslimatun unggul di bidang kemampuan dan pengalaman. “Bu Mus punya pengalaman, calon yang lain tidak. Saya tidak mau coba-coba pilih pemimpin,” katanya.

Para pedagang pasar ini terdiri dari macam pelaku usaha, baik pedagang sembako, pedagang sayur dan buah, pedagang ikan dan daging, pedagang makanan ringan dan pedagang batik. Mereka menamai sebagai Relawan Pasar Sembada, sebagaimana tagline program Sri Muslimatun – Amin Purnama, Sembada Bangun Sleman.

Kepada Muslimatun, mereka titipkan aspirasi agar berpihak kepada pedagang pasar di tengah maraknya pasar ritel modern. Aspirasi ini sekaligus bentuk protes kepada Bupati saat ini, Sri Purnomo.

Mereka mempertanyakan kenapa belakangan ini banyak pasar ritel modern berdiri. Padahal ada Perda yang mengatur pemberian izin, termasuk syarat-syarat jarak ritel dengan pasar tradisional. Bagi mereka, keberadaan ritel tidak mengganggu. Namun ingin adanya pengaturan yang lebih tertib.

“Ini soal keberpihakan yang selama ini tidak kami rasakan. Keberadaan ritel modern kian masif. Padahal ada aturannya, jarak dengan pasar tradisional harus minimal 1 kilometer. Kami khawatir ini mengancam eksistensi pasar. Apalagi jam operasional pasar modern bisa 24 jam,” kata Maryono, pedagang kelontong.

Bagi pedagang pasar, momen Pilkada sebagai bentuk evaluasi kepemimpinan Bupati saat ini, termasuk kepada Paslon yang didukungnya. “Momentum Pilkada kami manfaatkan untuk memilih kandidat yang terbaik. Kami titipkan aspirasi ini karena semua bakul pasar sudah kenal bu Mus sejak lama,” tutup Sigit. (Has)

BERITA REKOMENDASI