Pegelaran Festival Upacara Adat Dipadati Masyarakat

SLEMAN (KRjogja.com) – Ratusan masyarakat ikut memeriahkan festival Upacara Adat yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan DIY, Minggu (24/7). Berlangsung di Lapangan Denggung Sleman ini melibatkan perwakilan dari lima kabupaten/kota yang ada di lingkungan Pemda DIY.

Lima upacara adat tersebut mewakili apa yang menjadi tradisi masing-masing wilayah. Kabupaten Gunungkidul salah satunya. Upacara adat Nyadran 'Mbah Jodeh' dari Desa Petir Kecamatan Rongkop, menampilkan kisah petani yang sedih karena tanaman Bongko mereka tiba-tiba mati.

Upacara ini sendiri biasa diadakan saat panen rata tanaman Bongko yang menghasilkan gudhe jero serta ketela pohon atau gaplek yang memang menjadi salah satu makanan khas Kabupaten Gunungkidul.

"Tidak ada waktu khusus. Saat ada panen raya, biasanya kita selenggarakan upacaranya. Ini sebagai wujud syukur kami kepada Tuhan atas kesuburan tanah, sehingga masyarakat tetap dapat hasil panen," kata Prihono Pamungkas, selaku asisten penata tari.

Upacara adat Mbah Jobeh sengaja dipilih, karena Desa Petir dipilih Pemkab setempat untuk mewakili Kabupaten Gunungkidul dalam festival upacara adat. "Sampai saat masih eksis. Dan setiap tahun diselenggarakan," ujarnya.

Untuk Kabupaten Bantul menampilkan Merti Dusun Sendang Suro Setiko dari Desa Terong Kecamatan Dlingo. Kabupaten Kulonprogo menampilkan Merti Bumi Tinalah dari Kecamatan Samigaluh. Diikuti Kota Yogyakarta dengan upacara adat Merti Code. Terakhir dari Kabupaten Sleman menampilkan Upacara Adat Umbul Kamulyan dari Dusun Dayakan Purwomartani Kalasan. (Awh)

 

BERITA REKOMENDASI