Pelaku Usaha di Sleman Antisipasi Lonjakan Kebutuhan

SLEMAN, KRJOGJA.com – Ketersediaan komoditas bahan pokok di Kabupaten Sleman selama bulan Ramadan sampai dengan Hari Raya Idul Fitri 1443 H tercukupi. Pada bulan Januari, Pemkab Sleman telah melakukan operasi pasar sebanyak tiga kali. Upaya ini telah berhasil mendistribusikan lebih dari 25.000 liter minyak goreng bagi masyarakat kurang mampu, UKM dan UMKM binaan Pemkab Sleman. Selain operasi pasar, lanjutnya, Pemkab Sleman juga melakukan pemantauan gabungan bersama Satgas Pangan Polres Sleman dan DPRD Sleman.

“Saya sampaikan ke masyarakat bahwa ketersediaan bahan pokok masih aman, agar masyarakat tidak melakukan ‘panic buying’ dan tidak perlu khawatir kemudian melakukan belanja besar-besaran,. Selain itu saya juga mengharapkan peran serta aktif para pelaku usaha untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan kebutuhan masyarakat dengan menyediakan stok yang cukup,” ungkap Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa kepada KRJOGJA.com, Rabu (6/4/2022) usai melakukan rapat koordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sleman.

Menurut Danang, berdasarkan data DP3 Sleman pertanggal 31 Maret 2022 pasokan stok daging sapi dan bawang merah menjadi perhatian dikarenakan ketersediaannya terbatas. Sedangkan stok beras, jagung, daging ayam ras, telur ayam ras, cabai merah, cabai rawit, bawang putih dalam keadaan surplus. Sementara dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyebut bahwa keterjangkauan harga beberapa komoditas mengalami kenaikan, namun masih masuk dalam kerangka acuan harga pemerintah. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga di antaranya adalah telur ayam ras, cabai merah keriting, cabai rawit merah serta bawang merah.

BERITA REKOMENDASI