Pelaku Usaha Merasa Terganggu Proyek Underpass Kentungan

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Meski sudah mendapatkan kompensasi ganti rugi pembebasan lahan, namun warga terdampak pembangunan Underpass Simpang Empat Kentungan terutama para pelaku usaha, mengaku tetap merugi. Pasalnya, usahanya menjadi terganggu lantaran ada aktivitas pembangunan dan kemacetan arus lalu lintas.

“Kami sekeluarga setuju saja dengan pemerintah terkait pembangunan Underpass Kentungan ini. Hanya saja, karena kami memiliki usaha service helm ya mau tidak mau nanti akan terganggu jika pembangunan sudah dimulai,” ungkap Mugiarto (67), seorang pelaku usaha service helm yang rumahnya terdampak proyek tersebut.

Kini, Mugiarto mulai melakukan pembongkaran ruang tamunya terlebih dahulu, kemudian akan dilanjutkan tempat usahanya. Ia juga mulai membangun rumah dua lantai di bagian belakang.

Menurutnya, dari saluran drainase depan rumah akan mundur sejauh tiga meter. Jika bangunan selesai, nanti akan langsung digunakan untuk tempat usaha service helm.

“Sebenarnya usaha ini milik anak saya. Tugas saya membantu menunggu jika ada pelanggan datang. Tetapi saya tidak tahu kalau di depan rumah sudah dimulai proyeknya. Ya bisa-bisa kami akan memilih tutup saja. Sebab, takutnya jalan tambah macet dan tidak ada pelanggan yang datang ke sini,” tuturnya.

Terkait pembangunan underpass, Mugiarto juga mempertanyakan jika nantinya warga ingin menyeberang Jalan Ringroad apakah harus memutar. Menanggapi hal itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Kretek 2 dan Underpass Kentungan CS Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah DIY Sidik Hidayat menjelaskan, jika proyek sudah dimulai maka ruas jalan di tengah memang harus ditutup.

“Kalau pekerjaan sudah dimulai berarti di tengah akan ditutup. Maka, warga yang ingin menyeberang tetap harus memutar sedikit saja. Kira-kira sisi tengah yang akan ditutup terlebih dahulu sekitar 150 meter sebelah barat traffic light. Sedangkan sisi timur akan menyusul waktunya. Tapi, jika ingin menyeberang ya tetap harus memutar,” tandas Sidik. (Adk)

BERITA REKOMENDASI