Pelatih BPJ Beri Kredit Khusus Pembinaan Atlet BPA

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRjogja.com – Pelatih tim basket profesional Bima Perkasa Jogja (BPJ) David Singleton asal AS, memberi kredit khusus pada program pembinaan atlet yang ada di klub Bima Perkasa Academy (BPA). Menurut David , BPA yang dimanajeri Fika Nurazam Wirastuti tersebut, menyusun program sesuai kebutuhan atlet muda berdasar data dan riset, sama seperti pola pembinaan yang dilakukan di Amerika yang melahirkan banyak pebasket andal. Pujian itu ia lontarkan usai memberi coaching clinic (CC) bertajuk “Better Shooter For Beginner” di arena kawasan Ring Road Utara, Sleman, Kamis (6/5) malam.

“Apa yang dirancang malam ini seperti form shooting dan lain-lain adalah hasil riset dan kebutuhan. Mereka diberi materi yang bener sejak dini, Fika sebagai manajer bisa melihat kondisi itu,” puji David, pelatih yang jadi musuh bebuyutan bintang Warriors, Stephen Curry semasa aktif bermain itu.

Basket saat ini mulai jadi primadona di Asia. Namun pebasket Asia punya banyak perbedaan dibanding Amerika, salah satunya adalah tinggi badan. Kondisi fisik itu melahirkan kultur, teknis, dan visi bermain yang berbeda daripada negaranya. “Di sini, Asia, pebasket menjadikan shooting dan kecepatan sebagai senjata. Itulah yang berhasil akademi lihat dan mengasahnya dengan serius. Data dari Fika itu juga yang membuat saya mau ikut membina murid di Akademi,” sambung David.

Adapun coaching clinic tersebut diikuti 16 anak dari DIY-Jateng. David memberikan materi shooting form sampai movement pada peserta yang rata-rata berusia 11-14 tahun itu. Ia juga membagikan trik transfer energi dari dasar lapangan, yang merupakan modal penting untuk melakukan teknik Shooting. Coach yang memiliki darah Italia ini menyebutkan bahwa trik tersebut juga dilakukan oleh Indra Muhammad, serta pebasket terkenal NBA seperti Steph Curry

“Tadi para peserta kami kasih materi teknik dasar agar terbiasa. Misalnya form shooting yang benar itu seperti apa sekaligus drill dan lain-lain. Mereka sangat antusias dan percaya diri setelah belajar menyerap energi,” kata Fika. (Rar)

BERITA REKOMENDASI