Pelayanan SIM Tak Boleh Berbelit-belit

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pelayanan kepada masyarakat yang mengajukan permohonan Surat Izin Mengemudi (SIM) harus diupayakan sebaik-baiknya, agar masyarakat merasa tidak dipersulit. Intinya, pelayanan SIM tidak boleh berbelit-belitm tetapi tetap mengacu pada aturan yang diberlakukan. Hal itu untuk menunjukkan sekaligus membuktikan, bahwa polisi benar-benar sebagai pelayan dan pengayom masyarakat.

Hal itu disampaikan Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda DIY Kombes Po I Made Agus Prasatya SIK MHum saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Satlantas Polres Sleman, Rabu (10/06/2020). Dirlantas Polda DIY melakukan pemantauan layanan Satpas jajaran Polda DIY, guna memastikan masalah peningkatan pelayanan di bidang SIM.

I Made Agus Prasatya beserta rombongan diterima Kapolres Sleman AKBP Anton Firmanto SIK SH MSi dan Kasat Lantas AKP AKP Mega Tetuko SIK. Baik Kapolres Sleman maupun Kasat Lantas Sleman menegaskan di era New Normal, pelayanan SIM di Satpas Polres Sleman tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, yakni pembatasan jarak dan antrean, kelengkapan APK, pshysical distancing, dan pemakaian masker.

I Made Agus Prasatya menyatakan sangat mengapresiasi atas langkah Satlantas Polres Sleman dalam hal pelayanan SIM, utamanya mengenai inovasi ‘One Web Service-Info Antrean’. “Inovasi ini sangat bagus dan membantu masyarakat yang berniat mengajukan permohonan maupun perpanjangan SIM,” ujar I Made Agus Prasatya.

Dengan inovasi tersebut, bisa dihindari membludaknya antrean pemohon SIM, sehingga masyarakat tidak perlu berjubel saat menunggu giliran untuk proses Cetak SIM (mulai dari pendaftaran hingga foto). Diharapkan inovasi dari Satlantas Polres Sleman bisa dijadikan rujukan Satlantas Polresta/Polres di jajaran Polda DIY.

I Made Agus Prasatya jajarannya terus meningkatkan pelayanan, dengan harapan antara polisi dan masyarakat bisa terjalin komunikasi yang baik di bidang pengabdian dan pengayoman. Petugas harus memberikan arahan yang positif dan simpatik kepada pemohon SIM yang mungkin belum memahami tata cara atau prosedur permohonan SIM.

Tidak dibenarkan petugas bersikap ‘sinis’ ketika melayani masyarakat, karena hal itu akan mempengaruhi citra polisi. “Berikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” tegas I Made Agus Prasatya. (Hrd)

BERITA REKOMENDASI