Pelukis Bambu Berbagi Kiat Sukses di Depan Mahasiswa UMBY

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar Innovation Summit 2019, Sabtu (21/12/2019) bertempat di kampus III Ringroad Utara. Lebih dari 60 produk mulai penerapan teknologi Artificial Inteligent hingga kreativitas pangan dan seni ditampilkan dalam kegiatan tersebut.

Rektor UMBY, Dr Alimatus Sahrah menyebut kegiatan Innovation Summit digelar untuk memberikan ruang berkembang sivitas akademika dalam bidang wirausaha. Menurut dia, berbagai produk yang ditampilkan merupakan hasil penelitian yang lantas dikembangkan menjadi bernilai guna lebih luas

“Ada olahan growol cheese stik yang dulu kalau biasa growol saja hanya bisa berharga Rp 8 ribu menjadi Rp 18 ribu. Lalu ada juga lukisan bambu yang ternyata sudah diekspor hingga Jepang dan nilai jualnya jadi lebih tinggi. Ada pula temuan pesan teks otomatis yang bisa digunakan untuk membalas chat. Ada 60 lebih produk yang bisa dilihat dan mungkin ditindaklanjuti kedepan,” ungkapnya di sela acara.

Secara khusus, Innovation Summit tersebut menurut Alimatus merupakan komitmen UMBY dalam mencetak wirausahawan unggul Indonesia. “Kami tidak ingin anak-anak yang lulus lalu jadi PNS atau karyawan saja, tapi harapannya bisa menjadi wirausahawan yang sukses dan bermanfaat bagi masyarakat secara luas,” imbuhnya.

Wisnu Adi Saputra (37) salah satu peserta pameran pembuat Wood Bambu Art pun turut membagikan pengalaman bagi para mahasiswa yang hadir dalam Innovation Summit tersebut. Ia menyebut, peluang usaha bisa datang begitu saja hanya membutuhkan niat serius untuk berkembang.

“Saya dulu kerja jadi sales rokok, berat sekali rasanya. Tapi 2016 saya melihat teman saya buat kerajinan dari bambu, lalu saya coba padahal tak punya basic seni sama sekali. Ternyata rejeki usaha itu dari bambu yang saya kembangkan dan sampai hari ini orderan tak pernah putus,” kisahnya.

Produk seni bambu yang dibuatnya kini sudah diekspor sampai ke Jepang dan bahkan bebetaoa waktu lalu ia mendapat order khusus dari orang nomor satu di Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. “Ke Jepang kemarin order ada yang harganya Rp 1,5 juta juga jadi sangat lumayan. Rejeki untuk usaha itu bisa datang dari mana saja, terpenting hanya kita harus serius dan membuka mata telinga ketika menemukan sesuatu,” pungkas warga Wonogiri ini.

 

BERITA REKOMENDASI