Pemangsa Kambing Diyakini Bukan dari Hutan Merapi

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pihak Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) belum bisa memastikan jenis binatang yang memangsa kambing di kandang Dusun Candirejo Desa Candibinangun Pakem Sleman beberapa hari lalu. Pihaknya menilai, kecil kemungkinan binatang tersebut dari kawasan hutan Lereng Merapi. Pasalnya jarak kandang cukup jauh dan ketersediaan makanan di kawasan hutan Lereng Merapi masih mencukupi.

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Balai Taman Nasional Gunung Merapi, Nurpana Sulaksono masih menganalisa jenis binatang apa yang memangsa kambing di Dusun Candirejo. Ia meyakini kecil kemungkinan binatang yang memangsa kambing berasal dari kawasan hutan Lereng Merapi. Selain jaraknya sekitar 8 kilometer, sebenarnya ada kandang kambing dan sapi yang lebih dekat dari hutan Lereng Merapi.  

"Satwa liar bakal keluar hutan bila ketersediaan makanan habis. Padahal persediaan pakan di Lereng Merapi untuk hewan kijang, babi dan monyet ekor panjang masih banyak," ujar Nurpana saat dikonfirmasi KRJOGJA.com, Senin (18/12/2017). Menurut Nurpana, ada beberapa faktor satwa liar Lereng Merapi turun ke pemukiman, seperti konflik dengan satwa lain, musim kawin serta faktor alam baik iklim, gempa bumi maupun erupsi Gunung Merapi. Namun, dari hasil analisa jejak kaki di tanah dekat kandang, binatang yang memangsa kambing tidak memiliki kuku, sehingga ada kemungkinan binatang itu adalah jenis macan.

"Bekas kaki anjing itu memiliki kuku. Ini yang membedakan dengan jenis kucing, sehingga kami belum bisa memastikan binatang jenis apa yang memangsa kambing itu. Di kawasan hutan Lereng Merapi ada beberapa binatang liar seperti kucing hutan, macan kumbang dan tutul," ungkap Nurpana.

Kepala Desa Candibinangun Sismantoro menambahkan, sepanjang tahun 2017, baru kali ini ada ternak warga yang dimangsa macan kumbang. Setelah kejadian itu, warga bersama petugas dari Polsek Pakem melakukan ronda tiap malam. Apalagi di Candibinangun terdapat banyak kandang kambing maupun sapi.

"Kebetulan kandangnya dekat dengan sungai. Kami yakin yang makan kambing ini jenis macan kumbang dari lereng Merapi. Binatang itu menuju kandang melewati sungai, ada bekas kakinya juga di tanah yang mengarah ke sungai," kata Sismantoro.

Ia mengatakan, dulu sekitar tahun 1996-an pernah juga ada macan tutul turun ke pemukiman. Kemudian tahun 2010, kelompok monyet dari lereng Merapi juga pernah turun. Pihaknya mengimbau agar warga selalu waspada dan segera melaporkan jika ada binatang buas ke kandang hewan ternak mereka.(R-2)

BERITA REKOMENDASI