Pembangunan RTLH di Sleman Telan Anggaran Rp 15,54 M

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pada tahun 2021, Pemkab Sleman mendapatkan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) berupa pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 95 unit di 4 kalurahan dan peningkatan kualitas RTLH sebanyak 52 unit di dua kalurahan yang kesemuanya telah selesai 100 persen.

Upaya penanganan RTLH ini akan terus dilakukan Pemkab Sleman dengan melibatkan berbagai pihak, baik pemerintah provinsi, pemerintah pusat maupun elemen masyarakat.

“Diharapkan adanya bantuan kegiatan penanganan RTLH ini dapat mempercepat program pengentasan kemiskinan dengan mewujudkan rumah yang layak huni bagi masyarakat miskin,” ungkap Bupati Sleman Kustini saat meresmikan bantuan RTLH di Kalurahan Sidoarum Kapanewon Godean, Senin (22/11/2021).

Pada kesempatan itu diserahkan secara simbolis plakat RTLH kepada 28 penerima bantuan. Bupati juga mengunjungi rumah penerima bantuan di Padukuhan Cokrobedog yakni rumah Timbulrejo, Supandi dan Jumisri.

Sementara Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Sleman Amperawan Kusjadmikahadi mengatakan, dana bantuan RTLH ini bersumber dari APBD Sleman, APBD DIY, BSPS, DAK dan BAZNAS Sleman, dengan total anggaran Rp 15,54 miliar. Adapun rinciannya, penerima bantuan RTLH dari APBD Sleman sebanyak 390 KK dengan anggaran Rp 5,85 miliar, dari DAK sebanyak 147 KK dengan anggaran Rp 2,94 miliar, dari BSPS ada 273 KK dengan anggaran Rp 5,46 miliar, Baznas Sleman sebanyak 20 KK dengan anggaran Rp 300 juta, dan APBD DIY sebanyak 66 KK dengan anggaran Rp 990 juta.

“Jumlah penerima bantuan RTLH yang bersumber dari DAK ada 147 KK yang tersebar di 5 kalurahan. Di antaranya Kalurahan Sidoarum 28 KK, Sidoagung 39 KK, Tirtoadi 26 KK, Banyuraden 27 KK dan Sardonoharjo 27 KK. Masing-masing KK menerima Rp 20 juta, dan dana keswadayaan masyarakat rata-rata 90 persen atau Rp 18 juta. Kegiatan RTLH untuk sumber DAK tahun 2021 ini menyerap tenaga kerja sebanyak 441 orang,” beber Amperawan.(Has)

BERITA REKOMENDASI