Pembina Pramuka SMPN 1 Turi Resmi Ditahan

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pembina Pramuka SMPN 1 Turi, IYA (36) warga Caturharjo Sleman, Sabtu (22/2) sekitar pukul 23.23 dimasukkan dalam sel tahanan Satreskrim Polres Sleman. Penahanan dilakukan setelah IYA selesai menjalani proses pemeriksaan sebagai tersangka.

Penyidik saat ini tengah mengumpulkan bukti dan saksi untuk menentukan apakah akan ada tersangka lain dalam tragedi susur Sungai Sempor yang berujung meninggalnya 10 siswi SMPN 1 Turi tersebut. Wakapolda DIY Brigjen Pol Karyoto menjelaskan, penyidik masih mengembangkan kasus yang menjerat salah satu pembina Pramuka sekaligus guru olahraga SMPN 1 Turi berstatus pegawai negeri sipil (PNS) tersebut.

“Semalam tersangka sudah ditahan. Baru ada satu tersangka, namun penyidikan masih kita kembangkan terus karena untuk menetapkan tersangka harus ada alat bukti,” jelas Wakapolda saat jumpa pers di RS Bhayangkara.

Dikatakan Wakapolda, sebagai pembina, IYA seharusnya mengetahui resiko kegiatan susur Sungai Sempor, apalagi saat itu daerah Merapi mendung. Sehingga jika turun hujan, maka lokasi susur sungai akan terdampak mengingat letaknya berada di bawah Merapi. Pembina juga dinilai tidak mempersiapkan alat pengamanan yang cukup untuk mengantisipasi jika terjadi musibah.

Bupati Sleman Drs Sri Purnomo MSi mengaku, pihaknya menunggu surat pemberitahuan dari pihak kepolisian. Surat tersebut sebagai acuan penegakan disiplin bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kami masih menunggu surat dari kepolisian. Tapi untuk bentuk sanksinya, kami akan menunggu perkara ini memiliki kekuatan hukum tetap sebagai asas praduga tak bersalah,” kata Sri Purnomo.

Hal senada juga dikatakan Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Arif Haryono SH. Sanksi kepada tersangka bisa dilaksanakan setelah proses hukum selesai dan memiliki kekuatan hukum tetap.

“Sanksi berupa apa, kami belum bisa berikan sekarang. Kami menunggu proses hukum selesai,” terangnya Arif.
Disinggung tentang ketugasan tersangka sebagai guru, Arif mengatakan, pihaknya sudah koordinasi dengan sekolah berkaitan tersangka ini mengajar apa dan berapa jam dalam mengajar. Nantinya akan dicarikan guru pengganti di sekolah lain, terutama bagi guru yang belum maksimal dalam ketugasan.

“Nanti kami carikan guru-guru di sekitar Turi. Kalau tidak ada, ya kami carikan di sekitar Turi supaya tidak terlalu jauh dalam mengajar,” papar Arif. (Ayu/Sni)

BERITA REKOMENDASI