Pemilik Apartemen Malioboro Park View Terancam Kehilangan Hak

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Para pembeli unit apartemen Malioboro Park View yang berada di Jalan Laksda Adisutjipto km 7 Janti, Caturtunggal Depok Sleman kini meradang. Betapa tidak, mereka terancam kehilangan hak milik atas unit apartemen karena perusahaan pengembang dipailitkan dan dilelang namun di sisi lain cicilan bank tetap harus dibayarkan.

Perusahaan bernama PT Malioboro Ensu Sejahtera (MES) dipailitkan pada tahun 2021 ini berdasar keputusan Pengadilan Niaga Semarang. Namun, pembangunan apartemen sudah terhenti sejak tahun 2019 lalu, karena permasalahan yang terjadi.

Mudrajat Kuncoro dan Erlina Juwita, pasangan suami istri salah satu pembeli unit apartemen mengatakan keduanya membeli satu studio pada tahun 2016 lalu dengan harga rata-rata Rp 250-300 juta. Berjalan dua tahun hingga 2018, ia lantas diberikan saran oleh PT MES untuk melanjutkan kredit melalui Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) Bank Tabungan Negara (BTN), di mana saat itu pembangunan apartemen masih berlangsung.

“Namun singkat cerita, tahun 2019 pembangunan apartemen berhenti. Lalu tahun 2021 ini PT MES dipailitkan, sudah diputuskan oleh Pengadilan Niaga Semarang. Kami konsumen tidak diberitahu sama sekali dari pihak manapun,” ungkap Mudrajat pada KRjogja.com, Jumat (09/04/2021).

Tak berhenti di situ, kebingungan dan kerugian para pembeli menurut Erlina semakin bertambah sampai hari ini karena mereka masih harus terus mencicil angsuran kredit ke BTN. Padahal, mereka tidak bisa menempati apartemen dan tidak tahu kelanjutan kedepan nasib uang yang terus menerus disetorkan untuk membayar unit.

“Kami rata-rata kredit dengan jangka waktu 10 tahun, dan yang di BTN ini tetap harus mencicil tanpa bisa menempati dan tidak tahu nasib apartemen ini bagaimana kedepan. Begitu juga pembeli yang cash, sampai sekarang tidak bisa menempati dan ya bingung juga nasib kedepan,” tandas warga Nganggrung Sukoharjo Ngaglik Sleman ini.

Para pembeli ternyata juga semakin dibuat bingung karena saat ini baru mengetahui bawasanya apartemen yang mereka beli belum memiliki ijin. Padahal, selama ini mereka mencicil angsuran melalui platform bank resmi yakni KPA BTN.

“Kami baru tahu apartemen tidak punya ijin sampai sekarang ini. Tapi mengapa BTN mengucurkan dana ke PT MES, dalam artian kita diarahkan PT MES untuk kredit di BTN dan bisa berjalan. Ini yang membuat kami semakin bingung dan tidak tahu harus bagaimana, karena cicilan jalan terus seperti buang uang percuma,” keluhnya.

Para pembeli saat ini menanti adanya pemberitahuan dan keputusan nasib uang serta unit yang telah mereka beli di Apartemen Malioboro Park View. Beberapa langkah sudah disiapkan seperti upaya pelaporan ke Ombudsman, Otoritas Jasa Keuangan dan pihak berwenang lainnya.

“Kami menilai ada sabotase, karena tidak semua pembeli diberitahu sampai saat ini kalau ternyata PT MES sudah pailit. Satu tower itu 581 dan yang verifikasi baru 270 orang dan sisanya mungkin tidak tahu kondisi apartemen. Saya saja kemarin tahu karena pada 10 Maret datang ke lokasi dan tahu-tahu sudah ada tulisan pailit,” lanjut Erlina kecewa.

Para konsumen juga menyoroti kinerja kurator yang seolah membiarkan terjadinya penjarahan di tower apartemen. Pasalnya, konsumen melihat jaringan-jaringan listrik yang dipotong dan membuat mereka semakin khawatir adanya sabotase.

“Kurator seharusnya bertanggungjawab karena sudah ditunjuk Pengadilan Niaga, menjaga aset ini jangan sampai ada penjarahan begitu. Kalau jaringan listrik itu pasti sulit disambung dan butuh biaya banyak untuk membongkar instalasi dari bawah ke atas,” tandas dia.

Jumat (09/04/2021) hari ini, seturut informasi yang didapatkan KRjogja.com, kurator yakni Romi Habie SH dan Marchelino Palit SH MH mengundang dan memberitahukan terkait rapat pembahasan kelanjutan pembangunan Apartemen Malioboro Park View. Salah satu kurator, Marchelino Palit menyatakan saat ini pihaknya masih terus melakukan verifikasi pada seluruh pembeli apartemen.

“Tugas kami untuk membuat kesepakatan dengan konsumen yakni kita bisa menjual unit dan lahan setelah itu dibagikan hasilnya, atau melanjutkan pembangunan yang berarti mencari investor dan pengembang baru. Kami akan mendengar keinginan konsumen dalam pertemuan hari ini,” ungkapnya ditemui di lokasi Malioboro Park View.

Terkait keluhan konsumen yang masih terus mencicil kredit pada bank, Marchelino mengaku tak bisa masuk ke ranah tersebut karena merupakan perjanjian antara konsumen dengan bank. “Kalau dengan kita, prosesnya bagaimana semua bisa terbagi secara rata. Kalau tanggungan dengan bank baik BTN maupun BNI, silahkan dengan bank,” pungkasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI