Pemilik Homestay Pentingsari di Latih Tingkatkan Layanan

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sebanyak 55 pemilik homestay di Desa Wisata Pentingsari dilatih meningkatkan layanan kepada para tamu, termasuk pembenahan fasilitas penunjang guna memenangkan persaingan. Pelatihan yang didukung oleh PT Bank Central Asia Tbk ini dimaksudkan untuk menambah nilai ekonomi bagi seluruh masyarakatnya.

Hal tersebut diungkapkan Executive Vice President BCA Inge Setiawati di sela workshop standarisasi layanan homestay bagi pengurus Desa Wisata Pentingsari di Cangkringan Villas Jogjakarta, Jumat (187/08/2017). Perseroan juga mengadakan pelatihan standarisasi layanan untuk pengurus Wirawisata Goa Pindul yang dibuka secara resmi oleh Kepala Cabang Utama BCA Yogyakarta, Saswito Tjoe.

Baca Juga :

'Dewa' Pentingsari Terapkan Standarisasi Home Stay

Pengurus Desa Wisata Pentingsari Siapkan Regenerasi

Potensi Pariwisata DIY Terus Dikembangkan

 

Menurut Inge kedua sebagai desa wisata binaan perseroan, keduanya menunjukkan perkembangan yang signifikan. Wirawisata Goa Pindul dengan keindahan stalagmit dan stalagtit mampu mendatangkan 3 juga wisatawan dengan pendapatan mencapai Rp5 miliar. Sedangkan, Desa Wisata Pentingsari dengan keunggulan wisata ala dan budaya mampu memperoleh pendapatan hingga Rp2 miliar per tahun. Namun, tetap dibutuhkan standar layanan bagi para tamu dan wisatawan agar terus berkunjung di tahun berikutnya.

"Khusus di Pentingsari, pemilik homestay diharapkan bisa menerapkan standar kebersihan, keindahan dan layanan prima kepada para wisatawan. Fasilitas penunjang juga harus dibenahi agar keunggulan wisata alamnya sejalan dengan kelebihan layanan dari masyarakat. Dukungan ini juga agar pendapatan masyarakat bisa bertambah," kata Inge didampingi Advisor BCA Ira Bachtar.

Inge menjelaskan setelah pelatihan, perseroan akan memberikan bantuan edukasi, pendampingan dan evaluasi. Selain itu, memberikan apresiasi setelah melakukan penilaian sekaligus memberi dana bantuan untuk pengembangan homestay. Manajemen juga memberikan bantuan alat kebersihan bagi para pemilik homestay ini. Sedangkan dana pengembangan sebesar Rp2,5 sampai 10 juta tidak diberikan secara langsung kepada pemilik.

"Kami akan membentuk tim penilai yang akan menentukan pemilik homestay terbaik di setiap katagori. Tim juga akan memberi apresiasi bagi pemilik yang paling banyak melakukan perubahan. Dana pengembangan akan diberikan sesuai dengan rencana anggaran yang dibuat pemilik bersama para pengelola. Mereka yang akan menentukan hal terbaik dan dibutuhkan bagi pegembangannya. " (*)

BERITA REKOMENDASI