Pemimpin Baru Diharapkan Dukung Keberagaman

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Menjelang pelantikan presiden yang akan berlangsung Minggu (20/10), segenap tokoh agama mengharapkan pemimpin yang mendukung keberagaman dalam bingkai bhineka tunggal ika. Diharapkan pula pasca pelantikan tidak akan ada lagi kejadian-kejadian yang bermotif intoleran di Indonesia.

Salah satu tokoh agama dan Kepala Pusat Kajian Demokrasi dan HAM (Pusdema) Universitas Sanata Dharma ,Baskara T  Wardaya, SJ kepada KRjogja.com

, Sabtu (19/10) menuturkan segenap bangsa Indonesia hendaknya pelantikan presiden dan wapres, karena ini merupakan  hasil pilihan rakyat dan keputusan bersama.

"Pasca dilantik presiden dan wapres sudah bukan milik perseorangan atau parpol. Akan tetapi milik warga Indonesia sehingga harus bisa mengakomodir semua kepentingan tanpa membedakan etnis, agama, golongan untuk dilayani dalam wadah kebhinekaan," urainya.

Baskara menambahkan ia berharap pemimpin yang terpilih mendukung keberagaman dan mampu meminimalisir urusan negara politik yang dilakukan yang memobilisasi massa dengan mengatasnamakan agama.

Ada dua hal yang harus ditekankan bagi warga yakni perbanyak ruang diskusi lintas keberagaman serta bijak serta cerdas dalam bermedia sosial dengan tidak terpancing hal-hal negatif yang dishare di medsos.

Terpisah, Penyelenggara Bimas Katolik Kankemenag Kabupaten Sleman CB. Ismulyadi,SS. MHum menambahkan sebelumnya pihaknya mengadakan doa bersama lintas agama meminta kelancaran pelantikan presiden dan memohonkan supaya DIY khususnya dan Indonesia pada umumnya damai, aman tenteram dan sejahtera dalam balutan keberagaman dan perbedaan.

"Harapannya semua masyarakat dapat menjaga suasana kondusif dan kerukunan. Kami mengucapkan selamat kepada Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Ir Jokowi dan KH. Amin M. Semoga pelaksanaan pelantikan berjalan lancar dan dapat memimpin NKRI dengan bijak demi kesejahteraan, keadilan, kedamaian, kesatuan NKRI,"ucapnya. (Aje)

 

USD

BERITA REKOMENDASI