Pemkab Minta Sekolah Tak Lakukan Kegiatan di Sungai Selama Musim Penghujan

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Bupati Sri Purnomo menegaskan akan memanggil seluruh kepala sekolah di Sleman sesegera mungkin. Bupati tak ingin insiden siswa hanyut yang terjadi di SMP N 1 Turi yang sementara merenggut enam nyawa terulang kembali.

Sri Purnomo mengungkap insiden yang dialami siswa SMP N 1 Turi merupakan harga yang sangat mahal untuk dibayarkan. Pemkab menurut dia menyatakan dengan tegas tak akan memberikan rekomendasi ijin penyelenggaraan kegiatan serupa selama musim penghujan.

Baca juga :

Susur Sungai, Anggota Pramuka Tewas Terbawa Arus Aliran Kali Sempor
Enam Siswa SMP 1 Turi Belum Diketahui Keberadaannya
Siswa SMP 1 Turi Hanyut Terbawa Arus Sungai Sempor, Penyisiran Masih Dilakukan

“Kami akan panggil kepala sekolah semua sekolah di Sleman. Apa yang dialami siswa SMP 1 Turi ini harga yang sangat mahal. Kami tidak ingin kejadian ini terulang lagi,” tegas Sri Purnomo.

Tak hanya itu saja, Sri Purnomo juga mengingatkan penambang pasir di aliran sungai kawasan Sleman. “Ini bukan hanya sekolah saja, penambang pasir itu juga kami peringatkan karena itu di kawasan aliran sungai,” tegas dia.

Baca juga :

Hanyut di Sungai Sempor, 4 Siswa SMP N 1 Turi Diketahui Meninggal Dunia
Pengakuan Korban Selamat Tragedi Susur Sungai SMP N 1 Turi
Jumlah Korban Meninggal Tragedi Susur Sungai Jadi 6 Siswa

Hingga pukul 21.00 WIB tim SAR Gabungan menurut Sri masih terus melakukan upaya pencarian pada lima siswa yang masih belum diketahui keberadaannya. Berbagai potensi dikerahkan untuk mengetahui keberadaan para peserta yang sebelumnya ikut dalam kegiatan susur sungai pramuka. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI