Pemkab Sleman Kesulitan Tertibkan Vandalisme

SLEMAN (KRjogja.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengaku kesulitan dalam menertibkan aksi vandalisme. Pasalnya, banyak aksi corat-coret tersebut dilakukan di malam hari. Di sisi lain, di Sleman juga tidak ada aturan yang tegas mengatur tentang vandalisme tersebut.

Setidaknya itu yang diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Keamanan dan Ketertiban (Trantip) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sleman Eko Suhargono kepada KRjogja.com, Senin (26/9/2016). Sampai sejauh ini, petugas belum pernah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap pelaku vandalisme.

“Kami sebenarnya tidak henti-hentinya melakukan sosialisasi. Terus menghimbau kepada siapa saja, baik itu anak-anak, remaja maupun orangtua untuk bersama-sama menjaga keindahan dan ketertiban Kabupaten Sleman. Salah satunya dengan tidak melakukan vandalisme tersebut,” katanya.

Saat disinggung apakah Sleman sudah memiliki aturan khusus baik Peraturan Bupati (Perbup) maupun Peraturan Daerah (Perda) mengenai hal tersebut, ternyata belum. Satpol PP bukannya tinggal diam. Sejak lima tahun lalu, pihaknya telah menyerahkan kajian akademis mengenai hal ini. Namun tidak ada kelanjutan dari instansi terkait.

Padahal menurut Eko, Perda tersebut dapat dijadikan alat bagi Satpol PP untuk melakukan tindakan lebih tegas. Karena vandalisme sudah merata. Di hampir semua lokasi di Kabupaten Sleman. “Rata-rata dilakukan oleh sekelompok orang yang sedang mencari jati diri,” tegasnya. (Awh)

BERITA REKOMENDASI