Pemuda LDII Tolak Radikalisme dan Narkoba

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sebanyak 500 pemuda dan pemudi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) seluruh DIY berkumpul di Open Opera Youth Centre Mlati, Sleman, Minggu (25/3/2018). Mereka bersama menyerukan semangat menjaga keutuhan NKRI, dengan menolak radikalisme dan narkoba.

Ke-500 peserta yang merupakan perwakilan dan dari 5 kabupaten/kota di DIY tersebut mendapatkan pembekalan wawasan bela negara serta pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).

Materi wawasan bela negara disampaikan Tenaga Profesional Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas), Irjen Pol (Purn) Drs H Srijono MSi sedang (P4GN) disampaikan Heri Santoso SpSi dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY.

DIY darurat narkoba, karena menurut riset DIY ada dalam peringkat teratas dalam pemakaian narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa. "Di DIY pada tahun 2017, terdapat 422 kasus dengan 523 tersangka dalam kejahatan narkoba," ujar Heri Santoso.

Ia menambahkan, narkoba mempunyai efek yang begitu besar dalam merusak generasi penerus bangsa. Narkoba menghancurkan impian semua penggunanya. "Dari tahun ke tahun jumlah pengguna yang rehap selalu naik. Ini harus menjadi tanggung jawab semua pihak, termasuk pemuda-pemudi LDII untuk ikut membantu melakukan pencegahan," tambahnya.

Ketua Panitia, Daud Setianto menjelaskan, fenomena isu sara, hoax, radikalisme dapat merongrong keutuhan NKRI. Oleh karena itu, acara tersebut mendorong pemuda dan pemudi LDII untuk dapat menangkal radikalisme dan meneguhkan persatuan. "Kami ingin dapat menangkal isu-isu yang memecah belah dan menggemakan persatuan antar umat beragama," sambung Daud.

Hal ini pun menjadi respon atas peristiwa yang sempat terjadi beberapa waktu lalu di salah satu gereja di Sleman. "Toleransi antar umat beragama itu begitu penting," lanjutnya.

Dalam acara tersebut turut disematkan lima kader antinarkoba dari pemuda dan pemudi LDII DIY. Mereka nantinya diharapkan dapat menjadi motor penggerak gerakan anti narkoba di wilayahnya.(Yud)

BERITA REKOMENDASI