Penasihat Hukum Menilai Perbuatan Terdakwa Perdata

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Tim penasihat hukum, Enji Pusposugondo SH menilai tersangka Iwan Budi Pangarso alias Iwan warga Salakan Selomartani Kalasan Sleman yang diduga melakukan penipuan dan penggelapan pembayaran jual beli BBM jenis solar nonsubsidi dengan nilai total kerugian mencapai Rp1,102 miliar tak benar. Perbuatan tersangka merupakan wanprestasi yang mengarah kepada perbuatan perdata.

"Memang benar klien kami ditahan di Mapolsek Banjarsari namun tidak benar ditangkap. Karena sejak awal pemeriksaan saksi dalam tingkat penyelidikan klien kami tetap kooperatif dan beritikad baik memenuhi kewajiban sebagai warga negara yang taat hukum," ujar Enji kepada KRJOGJA.com dalam keterangan persnya di Kantor Bhalawfirm Sleman, Minggu (23/12/2018).

Untuk itu tersangka tetap menghargai proses hukum yang sedang berjalan meski terkesan dugaan tindak pidana yang disangkakan sangat dipaksakan proses hukumnya. Karena faktanya pada 5 November 2018 tersangka telah mengajukan gugatan perdata di PN Surakarta yang intinya tersangka mengalami kesulitan finansial.

Sehingga pembelian BBM solar non subsidi kepada PT SHA sebanyak 136.000 liter dengan 17 lembar invoice belum sepenuhnya terbayarkan. Sebagai bentuk itikad baik tersangka telah melakukan pembayaran kurang lebih Rp 130 juta. Sisanya tersangka menawarkan pembayaran dengan aset tanah.

Sehingga tersangka tak benar telah menggelapkan uang perusahaan PT SHA seperti berita yang beredar. Tetapi semua murni jual beli dan bukan merupakan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Sementara mengenai pemberian cek diduga kosong yang dikeluarkan Bank Jateng atas nama Iwan Budi Pangarso dengan nominal Rp 1,2 miliar atas permintaan Aryo selaku pemilik PT SHA. Sejak awal Aryo mengetahui cek tidak ada dananya dengan dalih membawa ke ranah pidana.

Sehingga tidak benar telah melakukan penipuan dan penggelapan kepada saudara Aryo selaku pemilik PT SHA dengan modus cek kosong. "Klien kami sebagai warga negara yang baik tetap akan menghadapi proses hukum. Kami akan buktikan keadilan dan kami sebagai penasihat hukum tersangka akan mengawal dan mendampingi proses hukum agar tidak terjadi kriminalisasi dan penyeludupan hukum," tegas Enji.

Diketahui, tersangka diduga melakukan penipuan dan penggelapan pembayaran jual beli solar nonsubsidi sebanyak 136.000 liter dengan 17 lembar invoice (tanda terima pengiriman) senilai Rp1,1 miliar. Tersangka dijerat dengan pasal 372 KUHP dan 372 KUHP. (Usa)

BERITA REKOMENDASI