Pencairan Dana Desa Tahap II Diundur

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pencairan dana desa tahap II yang dijadwalkan Maret 2019 diundur menjadi April 2019 nanti. Sementara untuk tahap I, masih ada 5 desa yang belum mencairkan karena masih menyusun APBDes 2019 dan penjabaran APBDes 2019.

Kepala Bidang Administrasi Keuangan dan Aset Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sleman, Alhalik SSos MT menjelaskan sesuai Peraturan Menteri Keuangan No 193/PMK.07 Tahun 2018 tentang penetapan rincian dana desa setiap desa, pencairan tahap I itu paling cepat Januari 2019, tahap II pada Maret 2019 dan tahap III pada Juli 2019. Namun direncanakan pencairan dana desa tahap II diundur April 2019.

"Untuk persyaratan sudah kami sampaikan pemerintah pusat. Tapi berdasarkan informasi dari pemerintah pusat, pencairan tahap II diundur satu bulan," jelasnya.

Adapun rincian pencairannya, untuk tahap pertama 20 persen, tahap kedua 40 persen dan tahap ketiga 40 persen. Sedangkan syarat untuk mencairkan dana desa tahap dua adalah melaporkan penggunaan dana desa selama tahun 2018. "Sudah ada beberapa desa yang mengajukan persyaratan pencairan dana desa tahap II," terangnya.

Disinggung tentang pencairan tahap pertama, menurut Alhalik, dari 86 desa yang ada di Sleman, masih ada 5 desa yang belum mengajukan pencairan dana desa tahap pertama. Yakni Desa Margoluwih, Margomulyo Seyegan, Triharjo Sleman, Madurejo Prambanan dan Mororejo Tempel.

"Sampai siang ini masih ada 5 desa. Mereka (desa) sedang menyusun APBDes 2019 dan penjabaran APBDes 2019," tuturnya.

Dana desa yang diterima Kabupaten Sleman tahun 2019 sekitar Rp 99,035 miliar untuk 86 desa. Rata-rata, setiap desa akan mendapat dana desa sekitar Rp 1 miliar dalam satu tahun. Penggunaan dana desa ini untuk pemberdayaan masyarakat dan bidang pembangunan. Dimana setiap desa wajib melaksanakan padat karya tunai desa.

"Kegiatan fisik, 30 persen untuk upah tenaga kerja. Para pekerja itu diutamakan bagi pengangguran, setengah pengangguran, keluarga miskin dan punya anak stunting," paparnya. (Sni)

BERITA REKOMENDASI