Pendaftaran Panwasdes Diperpanjang

SLEMAN, KRJOGJA.com – Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Sleman memperpanjang masa pendaftaran Panitia Pengawas Desa (Panwasdes) hingga 30 Maret 2018. Hal ini dilakukan karena hingga batas akhir pendaftaran, di sejumlah desa masih ada belum memenuhi batas minimal. Bahkan ada tiga desa yang sama sekali belum ada pendaftarnya. Desa Sumberahayu Moyudan, Tlogoadi Mlati dan Sinduharjo Ngaglik.

Sesuai Juknis Bawaslu DY perihal pembentukan Panwaslu Desa, setiap desa minimal ada dua pendaftar. Dari 86 desa di Kabupaten Sleman, 21 Desa belum memenuhi batas minimal. Desa-desa tersebut tersebar di 11 kecamatan. Kecamatan Gamping, Moyudan, Seyegan, Mlati, Depok, Berbah, Kalasan, Ngaglik, Tempel, Pakem dan Cangkringan.

Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Panwaskab Sleman, Vici Herawati mengatakan, hingga batas akhir pendaftaran Panwasdes tanggal 24 Maret kemarin, total ada 169 pendaftar. Mereka tersebar di 85 desa. "Perpanjangan pendaftaran hanya diperuntukkan desa yang belum memenuhi batas minimal saja. Untuk desa yang sudah memenuhi kuota langsung melanjutkan tahap seleksi," ujarnya, Minggu (25/3/2018).

Terkait penyebab masih adanya desa yang belum memenuhi batas minimal pendaftaran, Vici menegaskan, ada beberapa persyaratan pendaftaran yang menjadi kendala. Hal itu berdasarkan komunikasi Panwaslu dengan Panwascam. Antusias masyarakat untuk menjadi Panwasdes pada dasarnya cukup tinggi. Hanya saja mereka terkendala pada usia.

"Kebetulan batas minimum mendaftar Panwasdes adalah 25 tahun. Kebanyakan masyarakat beranggapan jika diatas 17 tahun sudah diperbolehkan mendaftar. Jadi banyak calon pendaftar yang mengundurkan diri. Karena usianya kurang dari 25 tahun," jelasnya.

Meski demikian, ada beberapa desa pendaftarnya cukup banyak. Seperti Desa Sendangsari (Minggir), Maguwoharjo (Depok), Purwomartani dan Tirtomartani (Kalasan), Triharjo (Sleman) dan Sidoarum (Godean). Pendaftar dari desa-desa tersebut antara 4-7 orang.(Awh)

 

BERITA REKOMENDASI