Peneliti UGM Buat EWS IoT, Bisa Deteksi Gempa Dua Minggu Sebelum Terjadi

Sistem dari EWS tersebut bisa memprediksi gempa di antara Aceh hingga NTT dan selama ini bekerja dengan cukup maksimal. Informasi yang dideteksi EWS secara langsung dikirimkan ke telpon pintar milik tim peneliti pada 2-3 hari sebelum terjadinya gempa.

Sistem EWS dengan pengamatan konsentrasi gas radon dan level air tanah ini sudah dikembangkan sejak 2018 lalu dan setelah terpasang terbukti telah mampu memprediksi terjadinya gempa bumi di Barat Bengkulu M5,2 (28/8/2020), Barat Daya Sumur-Banten M5,3 (26/8/2020), Barat Daya Bengkulu M5,1 (29/8/2020), Barat Daya Sinabang Aceh M5,0 (1/9/2020), Barat Daya Pacitan M5,1 (10/9/2020), Tenggara Naganraya-Aceh M5,4 (14/9/2020), dan lainnya.

“Sistem peringatan dini gempa ini telah digunakan untuk memprediksi gempa. Ada 5 stasiun pantau/EWS yang tersebar di DIY yang dalam setiap 5 detik mengirim data ke server melalui IoT. Lima stasiun EWS ini masih di sekitar DIY. Jika seandainya terpasang di antara Aceh hingga NTT kita dapat memperkirakan secara lebih baik, yakni dapat memprediksi lokasi lebih tepat atau fokus,” tandas dia. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI