Pengadaan Alat E-Voting, Rencananya Dianggarkan Rp 51,2 M

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – DPRD Sleman rencananya menganggarkan dana sekitar Rp 51,2 miliar untuk pengadaan alat e-voting dalam Pilkades secara serentak di Kabupaten Sleman. Sedangkan untuk pembahasan raperda pilkades di DPRD Kabupaten Sleman masih cukup dinamis.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sleman, R Inoki Azmi Purnomo SAg mengatakan dalam pembahasan APBD Perubahan 2019 ini, anggaran untuk pembelian alat e-voting sekitar Rp 51,2 miliar. Rencananya anggaran tersebut untuk membeli alat di 1.102 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Anggaran itu sudah masuk dalam pembahasan APBD Perubahan 2019. Anggaran itu sudah termasuk pembelian software dan pelatihan bagi pendamping yang akan mengoperasikan alat," jelas Inoki.

Menurutnya, jumlah TPS itu disesuaikan dengan jumlat TPS dalam Pemilukada. Nantinya setiap TPS akan ada satu pendamping untuk mengoperasikan alat tersebut.

"Makanya sebelum diterjunkan pada hari H, semua pendamping akan dilatih dulu. Supaya mereka paham tupoksinya," terangnya.

Mengenai pembahasan raperda pilkades, menurut Inoki, sekarang ini pembahasan ditingkat pansus masih cukup dinamis. Pihaknya masih cukup optimis dapat segera terselesaikan pembahasan raperda.

"Kami sangat optimis raperda ini bisa segera selesai. Sehingga nanti bisa untuk pijakan dalam pelaksanaan Pilkades secara serentak di Sleman," katanya.

Dikatakan, aturan dari pemerintah, pelaksanaan Pilkades dalam kurun 6 tahun maksimal 3 sejak terhitung tahun 2015. Sementara di Kabupaten Sleman melaksanakan pilkades baru dua kali.

"Artinya Sleman masih memiliki kesempatan penyelenggara pilkades satu kali lagi. Soalnya dua sudah dilaksanakan," pungkasnya. (Sni)

BERITA REKOMENDASI