Pengakuan Warsito Pada Tim SAR, Susuri Gendol Sampai Bermalam di Kawah Merapi

SLEMAN, KRJOGJA.com – Betapa tercengangnya tim SAR gabungan saat mendengar kisah Warsito (33) sesaat setelah ditemukan tertidur di pinggir jalur pendakian Pos 2 Sri Manganti Merapi Minggu (25/2/2018) siang tadi. Pasalnya, hanya bermodal kaos, celana, sandal, jaket, dompet, handphone dan rokok Warsito mengaku sempat mencapai kawah Merapi dan bahkan bermalam menghangatkan diri dari guyuran hujan pada Kamis (22/2/2018) malam lalu. 
Ardian S Yirsada anggota SRU 10 yang pertama kali menemukan Warsito mengungkap sesaat setelah ditemukan, Warsito sempat bercerita ketika beristirahat di tenda yang dipasang tim di Pos 2. Saat itulah Warsito menceritakan pengalaman naik dari bunker Kaliadem hingga mencapai tempat yang disebutnya sebagai Kawah Merapi. 
“Survivor ini bilang, dia sampai di kawah Merapi jam 16.00 WIB dari setelah pergi pukul 10.00 WIB, itu kata beliau. Mau turun, katanya hujan dan survivor kedinginan kemudian dia bilang naik ke kawah lagi karena menurut dia hangat. Sempat menginap di situ malam Jumat, terus Jumat (23/2/2018) paginya sampai Sabtu (24/2/2018) dia turun mencari jalan pulang. Malam minggu dia bilang tidur di sungai dekat pos dua kemudian pada hari Minggunya baru survivor naik karena sempat mendengar suara orang, dia mencari sumber suara,” ungkapnya pada KRjogja.com setelah proses evakuasi. 
Cerita tersebut sontak saja mengagetkan tim SAR yang selama ini bahkan tak bisa membayangkan kondisi Warsito yang naik tanpa perlengkapan pendakian gunung standar. “Dia cerita naik itu lewat tepian Gendol, naik terus hingga ke atas melewati dua punggung bukit lalu sampai ke puncak kawah Merapi, ini diluar nalar menurut kami,” ungkapnya lagi. 
Ardian sempat menggambarkan kondisi selepas pos 2 pendakian Sri Manganti di mana vegetasi terbilang sangat tinggi terdiri dari tumbuhan semacam kalanjana. Lepas vegetasi, lahan terbuka menanti dengan dominasi pasir dan bebatuan yang cukup curam dan merupakan sisa erupsi 2010. 
“Bayangkan saja anginnya seperti apa, dinginnya antara 5-10 derajat Celcius juga, sangat berat untuk dilalui. Kami juga sempat bertemu hujan di atas tadi dan airnya seperti air terjun ketika hujan, kami bilang mengerikan dan tidak bisa dilewati, apalagi pendaki sangat pemula yang baru pertama kali naik gunung. Menurut kami tak ketemu nalarnya, tapi ya inilah Merapi,” kisahnya dengan nada tak percaya. 
Saat menceritakan kisah selama dinyatakan hilang, menurut Ardian kondisi Warsito dalam keadaan sadar dan bisa bercerita dengan jelas meski tubuhnya masih lemas. Ardian pun menjadi salah satu tim yang menemani di tenda sebelum akhirnya dievakuasi turun secara estafet oleh 70 lebih SAR Gabungan lainnya. 
Jangan Aneh-aneh di Kawasan Ini, Berikut Pesan Juru Kunci Merapi Kepada Wisatawan

“Dia sempat cerita juga tidur di jalur pendakian itu sekitar satu jam sebelum ditemukan karena sudah tidak kuat. Selama tiga hari cerita dia hanya makan bunga dan air hujan saja katanya, mungkin itu juga yang membuat lemas,” ungkapnya lagi. 

Beberapa barang seperti handphone dan korek api milik Warsito pun diakui tertinggal saat perjalanan pulang termasuk sandal yang digunakan saat dinyatakan hilang sejak Kamis lalu. Saat ini Warsito mendapatkan perawatan di RD Panti Nugroho Sleman guna memulihkan kondisinya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI