Pengawas TPS Diminta Terapkan 12 Langkah Pencegahan

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pelaksanaan pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sleman 2020 semakin dekat. Di sisi lain, kasus Covid-19 di Kabupaten Sleman masih tinggi.

Sebagai upaya Pilkada tidak menimbulkan cluster baru, Badan Pengawas Pemilu Daerah Istimewa Yogyakarta (Bawaslu DIY) menginstruksikan agar Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Anggota Bawaslu DIY, Sri Rahayu Werdiningsih mengatakan Pengawas TPS sebagai ujung tombak pengawasan langsung di level TPS, juga harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Menurut Cici, sapaan akrab Sri Rahayu, kendati penyelenggara Pemilu sudah memberlakukan protokol kesehatan dan Pengawas TPS sudah menjalani rapid test dan dinyatakan bebas Covid-19, namun tetap harus berhati-hati. Sebab, dalam melaksanakan tugas Pengawas TPS bertemu langsung dengan masyarakat pemilih.

“Selain menjalankan tugas untuk mengawasi proses pemungutan suara sesuai peraturan perundangan, Pengawas TPS Juga harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat, terutama untuk dirinya sendiri dengan menerapkan 12 langkah pencegahan Covid-19,” ungkapnya saat memberikan arahan dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengawas TPS Se Kapanewonan Kalasan, di Auditorium LPMP Yogyakarta, Sabtu (05/12/2020).

12 langkah pencegahan Covid-19 yaitu rajin menuci tangan dengan sabun dengan air mengalir, menggunakan masker saat berpergian keluar rumah, menghindari berjabat tangan dan berpelukan dengan orang lain, hindari menyentuh area wajah orang lain, menerapkan etika saat bersin dan batuk, tidak berbagi barang pribadi, rajin membersihkan perabotan rumah, hindari berkumpul dalam jumlah banyak, jaga jarak sosial, mencuci bahan makanan, jangan berpegangan pada tiang di ruang publik dan sering membersihkan layat ponsel.

“Langkah-langkah tersebut penting untuk dilaksanakan, mengingat tugas Pengawas TPS tak hanya di hari pemungutan suara saja. Akan tetapi, sebelumnya ada patroli di hari tenang di wilayah kerjanya untuk memastikan tidak ada pelanggaran pemilihan. Nanti kami dari Bawaslu DIY juga akan turun mem-back up,” imbunya.

Cici menjelaskan, tugas-tugas pengawasan di TPS diantaranya memvalidasi (memeriksa) hasil penghitungan suara sehingga tidak ada perbedaan antara formulir yang dicatat di papan dengan data yang dikirimkan melalui SIREKAP, serta data yang disalin. Memberikan saran perbaikan terhadap proses yang tidak sesuai dengan tata cara atau prosedur pemungutan dan penghitungan suara.

“Selain itu Pengawas TPS juga harus memastikan prosedur pemungutan dan penghitungan suara sesuai dengan protokol Covid-19, juga ada tugas untuk mendokumentasikan dugaan pelanggaran dan kesalahan dalam tata cara pemungutan dan penghitungan suara di TPS,” imbuhnya.

Sementara, Anggota Panwaslu Kecamatan (Panwascam) Kalasan, Lilik Sumitro mengungkap, Bimtek Pengawas TPS se Kapanewon Kalasan sudah dua kali dilaksanakan dan untuk kedua ini materi yang disampaikan berfokus pada dua hal, yaitu pengawasan terhadap proses pelaksanaan pemungutan suara dan penerapan protokol kesehatan. Pelaksanaan Bimtek menurut dia menerapkan protokol kesehatan yakni pembagian dua sesi masing-masing 80 orang.

“Tata cara memilih pun sekarang dengan protokol kesehatan dan itu tertuang dalam Peraturan KPU. Jadi fokus kami dalam pengawasan Pilkada dimasa pandemi adalah mengawasi proses pemungutan suara sesuai peraturan Pemilihan sekaligus sesuai protokol kesehatan. Ada 160 Pengawas TPS yeng mengikuti Bimtek, tapi kami bagi menjadi dua sesi masing-masing sesi 80 orang. Peserta wajib cuci tangan, pakai masker, diukur suhu badannya, serta jarak tempat duduk diatur dua meter,” pungkasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI