Pengedar Pil Koplo dan Tembakau Gorila Diringkus

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Petugas Subdit 1 Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda DIY dipimpin AKBP Hari Triyana SE SH, dalam waktu sepekan berhasil meringkus tiga pelaku penyalahgunaan narkoba. Penangkapn bermula, Senin (29/06/2020) dini hari saat petugas menangkap BF (30) warga Tahunan Umbulharjo Yogya.

Tersangka BF ditangkap di Jalan Kusumanegara Yogya, beberapa saat setelah mengambil kiriman barang di sebuah jasa pengiriman. Dari tangan BF, petugas menyita barang bukti 1 paket isi 50 butir Atarax dan 1butir Alprazolan 1 mg, dan 1 handphone.

Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda DIY Kombes Pol Ary Satriyan SIK didampingi Wadir Resnarkoba AKBP Bekti Andriyono SSi MM MSI dan Kasubdit 1 AKBP Hari Triyana SE SH, Rabu (01/07/2020) menyampaikan untuk keperluan pengembangan kasusnya, selanjutnya BF dibawa ke Mapolda DIY untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Berdasar keterangan BF, petugas mengantongi nama pemasok barang haram tersebut yang ternyata berasal dari luar Yogya.

Pada Selasa (30/06/2020) petugas menangkap pemasok barang haram tersebut, GB (22) warga Grogol, Sukoharjo, Penangkapan dilakukan di Jalan Sukoharjo-Wonogiri, Jateng pada saat yang bersangkutan hendak memasok tembakau gorila. Barang bukti yang disita petugas berupa 1 paket berisi 117 gram tembakau gorila, 1 plastik klip berisi 11 gram tembakau sintetis, timbangan, gunting, paper, dan handphone. “Tersangka GB mengaku sering memasok pil koplo dan tembakau gorila di wilayah Soloraya dna Yogya,” jelas Ary Satriyan.

Guna penyelidikan lebih lanjut, tersangka GB dibawa ke Mapolda DIY untuk menjalani pemeriksaan terkait aktivitasnya memasarkan barang haram. Menurut Ary Satriyan nama GB sebenarnya sudah cukup lama dipantau petugas, karena berdasar keterangan para tersangka yang sudah tertangkap terdahulu, sebagian besar menunjuk GB sebagai pemasok barang haram di jalangan pelajar dan mahasiswa.

Hanya saja, petugas mengalami kesulitan untuk menangkapnya lantaran belum ada bukti yang kuat atas keterangan para tersangka terdahulu itu. Begitu ada bukti soal keterlibatan GB dalam peredaran narkoba, baru petugas melakukan penangkapan.

Ary Satriyan menambahkan, dalam waktu bersamaan petugas Subdit 1 juga mengamankan BC (19) warga Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman. Yang bersangkutan diamankan di parkiran kantor jasa pengiriman barang di Jalan Kaliurang, Sinduadi, Ngaglik, Sleman.

Dari tangan BC, petugas menyita barang bukti berupa paket isi 8 botol, masing-masing botol berisi 1.000 butir Trihexyphenidyl, 24 bungkus plastik klip, masing-masing berisi 100 butir Trihexyphenidyl, 78 butir pil Riklona, dan 1 handphone. Ketiga tersangka hingga Rabu (01/07/202o) masih menjalani pemeriksaan di Mapolda DIY.

Petugas menduga antara tersangka satu dengan yang lain memiliki keterkaitan dalam peredaran obat-obatan terlarang. Hal itu didasarkan pada bukti rekening dan pengiriman barang. Untuk menjalankan aksinya, pengedar barang haram itu memanfaatkan sarana online dalam berhubungan dengan pemesan. “Petugas terus berusaha untuk memangkas mata rantai peredaran narkoba,” tandas Ary Satriyan. (Hrd)

BERITA REKOMENDASI