Pengelola Parkir di Sleman Minta Pembebasan Retribusi Pajak

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sekitar 50 persen pengelola parker di Sleman mengajukan keringanan atau pembebasan retribusi pajak. Hal itu lantaran selama pandemi Corona banyak parkir yang tutup sehingga pendapatan turun drastis

Kapala UPTD Pengelolaan Perparkiran Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman Wahyu Slamet SIP menjelaskan, jumlah pengelola parkir di Kabupaten Sleman ada sekitar 600. ”Dari 50 persen yang mengajukan itu, mayoritas meminta keringanan pembayaran retribusi parkir. Sedangkan sepertiganya mengajukan pembebasan retribusi parkir,” kata Wahyu.

Dijelaskan, untuk pengelola yang mengajukan keringan itu karena parkirannya masih jalan, namun pendapatannya berkurang. Sedangkan yang mengajukan pembebasan pembayaran karena parkirannya tidak operasional.

”Bagi yang mengajukan keringanan itu karena orang parkir juga sepi. Sementara bagi yang tidak operasional, mayoritas toko atau tempat usaha tutup. Makanya pengelola mengajukan pembebasan,” tutur Wahyu.

Keringanan pembayaran retribusi parkir bervariasi sekitar 20-50 persen. Setelah pengelola mengajukan permohonan keringan, Tim dari UPTD Pengelolaan Perparkiran akan mensurvei ke lapangan untuk melihat kondisi riilnya.

”Dari hasil survei akan diketahui, apakah parkirannya ramai atau sepi. Kemudian kami akan memutuskan diberi keringanan pembayaran retribusi parkiran 20 persen hingga 50 persen,” paparnya.

Menurut Wahyu, target pendapatan retribusi parkiran pada tahun 2019 sebesar Rp 2,302 miliar dan terealisasi sekitar Rp 2,57 miliar. Sedangkan pendapatan retribusi tahun ini mulai Januari hingga kemarin, retribusi parkir tepi jalan umum Rp 544.255.000 dan tempat khusus parkir Rp 161.635.000.

”Virus Korona ini juga akan mempengaruhi pendapatan retribusi. Padahal tahun kemarin saja, kami bisa melebihi dari target yang ditetapkan,” tambahnya. (Sni)

BERITA REKOMENDASI