Pengelola Wisata Kendal Belajar ‘Homestay’ di Penting Sari

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sekitar 60 pengelola wisata dan rumah singgah (homestay) di Kabupaten Kendal menginap dua malam di Desa Wisata Penting Sari Umbulharjo Cangkringan Sleman, Jumat-Sabtu (06-07/12/2019). Mereka membawa misi mempelajari keberhasilan desa wisata di kaki Gunung Merapi tersebut untuk ditularkan ke Kabupaten Kendal. 

Program tersebut diinisiasi Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kendal, yang ingin mendongkrak pariwisata. Pasalnya, selama ini pariwisata yang sangat potensial menaikkan perekonomian masyarakat tak terkelola dengan maksimal sementara sumber daya alam Kendal dinilai luar biasa.

Baca juga :

Mobil Pickup Mundur Sendiri, 'Nyemplung' Sungai Gajah Wong
Empat Wilayah Belum Ditetapkan Sebagai Kecamatan Inklusi

Kepala Seksi SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kendal, M Sugeng Slamet ST mengungkap pilihan belajar ke Penting Sari diambil setelah mereka mengetahui desa tersebut menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia dalam hal pengelolaan homestay. Menurut dia, sudah saatnya pariwisata Kendal maju dimulai dari perubahan pola pikir masyarakat pegiat pariwisatanya. 

“Sekarang kami merasakan sebagai wisatawan, melihat apa yang dibutuhkan dan nanti dibalik situasinya. Besok ketika kembali, situasinya dibalik. Kami belajar di Penting Sari lalu ingin di bawa ke Kendal. Sebenarnya untuk alamnya itu di kami ada semua, yang kalah hanya cara pengelolaannya, karena itu kami belajar,” ungkapnya disela acara. 

Kendal menurut Sugeng memiliki bentang alam komplit mulai pantai hingga gunung dan air terjun. Namun, potensi tersebut belum terkelola dengan baik hingga pariwisata Kendal disebut menjadi salah satu terendah di Jawa Tengah.

“Sisi pengelolaan ini yang kami pelajari dari Penting Sari dalam mengelola homestay. Ini langkah berani kami dan out of the box. Kami berusaha gandeng berbagai pihak untuk memajukan pariwisata di Kabupaten Kendal,” sambung dia.

Di Penting Sari sendiri, para pengelola wisata di Kendal belajar manajemen desa wisata dari Doto Yogantoro, Ketua Desa Wisaya Penting Sari dan Wendy Umar yang merupakan profesional pengelola perhotelan di Yogyakarta. Tak hanya berteori, mereka melakukan praktek mengelola homestay mulai sisi kebersihan, kenyamanan hingga keamanan.

"Target kami tiga tahun kedepan bisa ada hasil, homestay di Kendal berjalan dan ada kunjungan wisatawan lebih banyak, meski belum bicara jumlah. Pengelola objek wisata dan homestay bisa terkoneksi, termasuk produk-produk yang bisa dibawa wisatawan dari Kendal,” pungkas Sugeng.

Sementara Doto Yogantoro, Ketua Desa Wisaya Penting Sari mengungkap ada beberapa hal yang sangat penting untuk mengelola komunitas homestay di satu desa. Saat ini menurut dia, Penting Sari memiliki lebih dari 60 homestay dengan jumlah wisatawan 25 ribu pertahun.

“Di Kendal sudah punya alam yang luar biasa dan itu gift yang harus dimaksimalkan. Kami di Penting Sari tidak punya hal-hal spesial tapi pengelolaannya kami maksimalkan. Misalnya main ke sawah, lalu membuat anyaman dari janur, susur sungai juga tapi bukan outbond. Tapi kami buat wisatawan kerasan, tinggal bersosialisasi dengan pemilik rumah, berbincang dan ternyata itu membuat wisatawan kerasan ingin kembali lagi. Ini yang harus dimunculkan di desa wisata,” ungkapnya berkisah.

Penting Sari sendiri hingga saat ini berhasil membukukan laba dari desa wisata sebesar Rp 250 juta pertahun dari total omset Rp 2,5 miliar. 130 Kepala Keluarga (KK) pun menikmati keuntungan misalnya pembangunan fasilitas umum hingga pembagian paket sembako serta uang tunai dalam satu tahun. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI