Pengembang Apartemen Barsa City Siap Berdialog dengan Warga

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pihak pengembang Apartemen Barsa City siap bertemu dengan masyarakat untuk berdialog dan mencari solusi terbaik atas permasalahan yang dirasakan warga Ngentak Caturtunggal Depok Sleman. Bahkan bilamana ada rumah warga yang mengalami kerusakan akibat dampak dari pembangunan apartemen, pihak pengembang berjanji siap melakukan perbaikan.

Manager Marketing Apartemen Barsa City, Yhonas Oktavian mengatakan jauh sebelum proses pembangunan dilaksanakan, sejak tahun 2013 pengembang telah melakukan sosialisasi kepada warga. Dalam sosialisasi tersebut melibatkan pula perangkat desa setempat, kepala dusun (dukuh), para ketua RW maupun RT hingga perwakilan masyarakat.

“Sebagai pihak yang hendak melakukan pembangunan tentunya kita ‘kulonuwun’ terlebih dahulu, apalagi kita hidup di Jawa dimana hubungan antar masyarakat harus menjadi aspek yang diperhatikan. Itu semua telah kami dilakukan dengan sosialisai dan bertemu dengan warga,” jelas Yhonas Oktavian kepada KRJOGJA.com, Selasa (15/10/2019).

Hingga kini ia mengaku komunikasi dengan warga masih terus terjalin dengan baik dan sejauh ini tidak pernah ada masalah. Yhonas Oktavian justru merasa heran jika saat ini tiba-tiba ada warga yang menolak pembangunan apartemen, pasalnya seluruh tahap sosialisasi telah dilakukan dari awal dan masyarakat saat itu telah menerimanya.

Pihak pengembang menurutnya selalu membuka diri untuk menerima laporan dari warga yang merasa dirugikan. Warga dapat menyampaikan keluhan tersebut ke kantor apartemen untuk secepatnya ditindaklanjuti oleh pengembang.

“Selalu kami katakan, jika ada keluhan silakan saja untuk menyampaikan ke kantor atau bisa melalui ketua RT setampat. Kami selalu siap bertanggungjawab atas apa yang terjadi, jika memang itu merupakan dampak dari pembangunan yang kami lakukan,” tegasnya.

Ia menegaskan seluruh perizinan untuk mendirikan Apartemen Barsa City telah dimiliki. Mulai dari site plant, analisis dampak lingkungan (amdal), Izin Mendirikan Bangunan (IMB) hingga Izin Pemakaian Tanah (IPT) kesemuanya telah dikantongi pihak pengembang sehingga secara legal prosedur tidak ada yang terlewatkan.

Tak ketinggalan, untuk menunjang kebersihan lingkungan sekitar pihak pengembang berpartisipasi membangun selokan agar air tidak tertahan dan menggenangi sekitar permukiman warga. Bahkan pengembang juga merelakan lahannya yang berada di tengah kawasan apartemen dijadikan jalan yang menghubungkan antar wilayah RT agar akses warga tidak terputus.

Sementara itu Staf Legal Apartemen Barsa City, Martinus Alfianto menambahkan begitu mendapat laporan adanya sekelompok warga yang merasa terganggu dengan adanya proses pembangunan, pihaknya segera melakukan koordinasi bersama pihak desa. Ia menegaskan pengembang siap bertemu dengan warga untuk berdialog guna mencari solusi terbaik.

“Kami siap membuka forum untuk berdialog dengan dimediasi dari pihak desa. Pada intinya kami siap bertanggungjawab jika apa yang kami lakukan merugikan warga sekitar,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan warga tak perlu khawatir tentang ketersediaan air tanah yang ada. Pasalnya pihak pengembang tidak akan melakukan pengeboran untuk mendapatkan sumber air, melainkan memanfaatkan sulpai dari PDAM guna kebutuhan konsumsi air bersih di apartemen nantinya.

Diberitakan sebelumnya, warga Ngentak Caturtunggal Depok Sleman melakukan aksi unjukrasa di depan Kantor Barsa City di Jalan Laksda Adisucipto, Kamis (10/10/2019) sore. Kedatangan warga meminta pertanggungjawaban pengembang atas dampak negatif yang menimpa masyarakat.

Beberapa dampak yang dirasakan warga diantaranya yakni suara bising yang ditimbulkan oleh alat berat yang berada di proyek, polusi udara hingga retaknya beberapa rumah terdampak proses pembangunan apartemen. Hingga saat ini setidaknya terjadi kerusakan 15 rumah warga dampak dari pembangunan proyek apartemen. (Van)

BERITA REKOMENDASI