Penggelapan Hampir Setengah Miliar, 2 Karyawan Leasing Ditangkap

Editor: KRjogja/Gus

MLATI (KRjogja.com) – Petugas Reskrim Polsek Mlati berhasil meringkus 2 karyawan salah satu perusahaan pembiayaan (leasing), PT Home Credit Indonesia karena diduga melakukan penggelapan. Dari aksinya itu, pelaku berhasil meraup keuntungan uang Rp 480 juta. Mereka memanipulasi pengajuan kredit barang elektronik kemudian setelah cair digunakan untuk kepentingan pribadi.

Kedua pelaku yang diamankan yakni J (32) warga Tegal Kunir Lor, Tengerang dan TA (40) warga Pendowoharjo, Ngglik, Sleman. Keduanya ditangkap setelah ada laporan dari perusahaan tempat mereka bekerja yang merasa dirugikan.

"Keduanya ditangkap setelah korban melapor ke pihak kepolisian. Keduaya ditangkap di lokasi berbeda beserta barang bukti hasil kejahatan pelaku," ujar Kapolsek Mlati Kompol Yugi Bayu kepada wartawan, Rabu (11/4).

Menurut Yugi, kedua pelaku melakukan tindakan kriminal tersebut sejak Desember 2017 hingga Februari 2018 atau sekitar 3 bulan. Saat itu, pelaku J yang menjabat sebagai sales marketing membuat data konsumen palsu dan mengajukan pembelian barang elektronik di sebuah toko di Kota Yogya. "Pelaku ini mengajukan permohonan pembelian barang ke toko elektronik secara kredit. Setelah kredit cair dan barang diberikan, justru dijual oleh pelaku," jelasnya.

Dikatakan Yugi, aksi pelaku terungkap saat pihak toko elektronik mendatangi kantor pelaku untuk menagih uang setoran. Saat itu tak ditemukan nama dan alamat nasabah seperti yang tercatat dalam data pelaku. "Barang elektronik sudah dikeluarkan perusahaan kepada nasabah melalui pelaku. Tapi barang itu dijual dan hasil penjualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk membeli motor dan mobil," katanya.

Mengetahui ada yang tak beres, pihak perusahaan kemudian memeriksa seluruh karyawannya. Saat itu ditemukan 37 dokumen dengan konsumen fiktif yang dibuat oleh tersangka J. Dalam waktu singkat, polisi berhasil meringkus J di Tangerang, Banten. Kepada polisi, dia mengaku bekerjasama dengan TA. Sedangkan TA berhasil ditangkap di Sukoharjo Jawa Tengah. "Modusnya adalah pelaku membuat dokumen konsumen fiktif dan juga membuat laporan penjualan fiktif untuk mengelabui perbuatannya," jelas Yugi.

Kanit Reskrim Polsek Mlati Iptu Dandung Pratidina menambahkan, dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku saling berbagi tugas. Di mana J yang bekerja sebagai sales marketing bertugas mengajukan permohonan ke kantor, dan TA yang mencari nasabah fiktif. "Tiap kali transaksi, pelaku meraup keuntungan sekitar Rp 10 sampai Rp 15 juta. TA ini juga merupakan seorang residivis kasus penipuan penggelapan," kata Dandung.

Selama tiga bulan beraksi, kata dia, kedua pelaku meraup uang hampir setengah miliar rupiah. Tepatnya Rp 480 juta. Dandung menambahkan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya kedua pelaku harus mendekam di sel tahanan Polsek Mlati. Keduanya diancam dengan pasal 374 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara. (MERAPI) 

BERITA REKOMENDASI