Penjagaan di Wilayah Perbatasan Diperketat

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Petugas gabungan dari kepolisian, TNI, dan Satpol PP, Kamis (06/05/2021) malam hingga Jumat (07/05/2021), menggelar Operasi Ketupat Progo 2021 di perbatasan Prambanan Sleman (DIY) dengan Prambanan Klaten (Jateng). Operasi dipimpin Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda DIY Kombes Pol Iwan Saktiadi SIK MH MSi, Kasubdit Gakkum AKBP Edy Bagus Sumantri SIK, Kasubdit Regident AKBP Ihsan SIK, KBO Lantas AKBP Jan Benyamin, dan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudy Satria SIK.

Pada Operasi Ketupat Progo 2021 kali ini petugas memfokuskan pada pemeriksaan kendaraan bermotor, terutama roda empat yang diperkirakan mengangkut penumpang yang berniat mudik. Operasi digelar di perbatasan DIY-Jateng, memeriksa mobil ambulans, mobil boks, angkutan umum, dan truk yang diduga disalahgunakan untuk mengangkut pemudik. Hingga Jumat (07/05/2021) dini hari, petugas tidak mendapati sasaran sebagaimana dimaksud. Meski demikian, pada hari-hari berikutnya pemeriksaan terhadap angkutan yang dimungkinkan disalahgunakan untuk keperluan mudik akan diintensifkan.

“Kami perketat penjagaan di seluruh wilayah perbatasan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya perantau yang nekat mudik,” jelas Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Iwan Saktiadi SIK MH MSi. Penjagaan dilakukan secara menyeluruh di 10 Pos Penyekatan yang tersebar di seluruh wilayah hukum Polda DIY.

Iwan Saktiadi menyampaikan, hari pertama pelaksanaan Operasi Ketupat Progo 2021, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 266 kendaraan bermotor yang diduga berniat mudik. Dari jumlah itu, sebanyak 38 kendaraan bermotor diharuskan putar balik dan 2 pengemudi menjalani rapid antigen. Karena itu, dalam setiap operasi pihaknya menyertakan petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan atau Puskesmas setempat.

Mengenai rincian pelaksanaaan pemeriksaan di Pos Penyekatan Mudik Lebaran, pada hari pertama Opperasi Ketupat Progo 2021, Kamis (6/5) Iwan Saktiadi menjelaskan Polresta Yogyakarta memeriksa 29 kendaraan, Polres Sleman memeriksa 66 kendaraan, memutarbalik 25 kendaraan, dan melakukan 10 rapid antigen, Polres Bantul memeriksa 52 kendaraan, memutarbalik 2 kendaraan dan 2 rapid antigen, Polres Gunungkidul memeriksa 49 kendaraan, memutarbalik 5 kendaraan, dan 1 rapid antigen, serta Polres Kulonprogo memeriksa 30 kendaraan, memutarbalik 7 kendaraan dan menindak 2 travel gelap.

Iwan Saktiadi kembali mengimbau agar warga DIY yang tinggal di luar kota tidak perlu mudik. Demikian sebaliknya, warga yang tinggal di wilayah DIY tidak perlu mudik ke kampung halaman di luar DIY. Hal tersebut dimaksudkan untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona. (Hrd)

BERITA REKOMENDASI