Penjual Bakso Tusuk Jadi Inspirasi ‘Sainah Award’

SLEMAN, KRJOGJA.com – Dinas Sosial DIY mencatat 100 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Gunungkidul mengembalikan kartu miskin pada bulan Agustus 2019. Mereka menjalani gradasi setelah tak lagi memiliki indikator miskin dan mulai bergerak mandiri. 

Kepala Dinas Sosial DIY Untung Sukaryadi mengatakan pihaknya kini terus berupaya menjalin jejaring dengan berbagai pihak dalam kaitan mewujudkan semakin banyak penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang bergerak mandiri. Sektor usaha non formal seperti pedagang menjadi salah satu yang dilirik sebagai fokus pengembangan. 

“Kami bahkan sudah mulai menginisiasi penghargaan “Sainah Award” yang akan direalisasikan pada 2020. Sainah ini salah satu yang layak dijadikan contoh nasional, bagaimana dulu keluarga ini menerima PKH namun bergerak mandiri dan sekarang omsetnya sampai Rp 90 juta sebulannya,” ungkap Untung di sela menerima penghargaan daerah validasi data terbaik PKH nasional Selasa (7/8/2019) malam. 

Sainah sendiri dikenal sejak awal 2018 lalu sebagai salah satu brand bakso tusuk asal Siluk Imogiri RT 04, Dusun Miri, Siriharjo, Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kreasi bakso tusuk yang dibuat Bu Sainah di rumahnya ternyata digemari masyarakat dan kini punya beberapa cabang yang laris manis. 

“Bagaimana Bu Sainah ini lepas dari kemiskinan, bergerak mandiri hingga punya omset Rp 90 juta, sangat layak dijadikan inspirasi. Ini pantas diangkat di tingkat nasional,” sambung Untung. 

Di DIY sendiri tercatat 219 ribu masyarakat menjadi penerima PKH dari pemerintah. Jumlah tersebut menurut Dinsos DIY terus mengalami penurunan, di mana terakhir tercatat Kabupaten Sleman dan Gunungkidul menyumbang 600-an peserta yang mengembalikan kartu miskin. 

“Kami targetkan memang minimal 1000 penerima PKH bisa mandiri sampai akhir tahun 2019 ini. Harapannya seluruhnya bisa bergerak dan kita terus intervensi melalui pemberdayaan. Aset dan akses kita coba bantu agar mereka mandiri,” tandas Untung. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI