Penjualan Cabai di Sleman Sudah Terapkan Sistem Lelang

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Meski Kabupaten Sleman merupakan kawasan penghasil cabai, namun untuk kestabilan harga tergantung di tingkat nasional. Sementara sistem penjualan cabai di Sleman sudah memakai sistem lelang.

Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan dan Holtikultura Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman Edi Sriharmanto menuturkan dalam kondisi saat ini harga cabai relatif stabil yakni berkisar Rp 23.000 per kilogram untuk jenis cabai keriting dan Rp 27.000 per kilogram untuk jenis cabai rawit merah.

Baca juga :

Harga Cabai Sleman Stabil, Ini Penyebabnya
Tiga Kawasan di Sleman Rawan Konflik

"Jika harga cabai di posisi Rp 20.000 per kilogram hingga Rp 35.000 per kilogram, maka tergolong normal. Dan panenan dimungkinkan melimpah selain itu kondisi harga nasional juga stabil," jelasnya.

Ditambahkannya, harga cabai di Sleman akan naik kalau di Pasar Induk Jakarta sebagai pasokan stok cabai kurang dari 250 ton. "Kalau stok di Pasar Induk Jakarta stok cabai kurang, dipastikan harga di tingkat lokal akan naik. Harga cabai dipengaruhi harga nasional," terangnya lagi.

Adapun cabai dari Sleman banyak dipasarkan keluar Jakarta dan Sumatera. Sentra tanaman cabai imbuhnya, ada di kawasan Pondok Widodomartani seluas 40 hektare, Tunggularum 30 hektare, Gondoarum Turi dan Seyegan masing-masing 30 hektare. Untuk stok cabai yang ada di Sleman kadang juga bisa jadi pasokan dari Magelang dan sekitarnya.

"Stok cabai di Kabupaten Sleman tidak pernah kurang tetapi kalau harga cabai bisa fluktuaktif karena dipengaruhi harga nasional," tambah Sriharmanto.

Dijelaskannya, Kabupaten Sleman memiliki luasan tanaman cabai 1.500 hektare, baik baru tanam maupun siap panen per tahunnya. Dari sekian ini per satu hektare produktivitasnya kisaran 9 hingga 12 ton.

Terkait bantuan pengembangan pertanian dari Kementerian Pertanian, imbuhnya, dikembangkan tanaman cabai seluas 100 hektare berupa tanaman cabai rawit kriting. Sementara alokasi dari APBD Sleman untuk seluas 50 hektare. Bantuan diberikan dalam bentuk produksi benih, pupuk dan sebagainya.

"Posisi penjualan cabai di Sleman sudah memakai lelang jadi harga fluktuaktif. Titik kumpul lelang cabai 12 titik di antaranya Turi, Seyegan, Sleman, Ngaglik, Widododomartani dan Kalasan. Dengan sistem lelang, informasi harga sampai ke tingkat petani. Jadi tidak mudah diombang-ambingkan tengkulak. Sistem lelang cabai bagian dari memotong rantai tengkulak," jelasnya. (Aje)

BERITA REKOMENDASI