Penurunan Minat Wisata Ke Jogja Capai 25 Persen, Kok Bisa?

SLEMAN, KRJOGJA.com – Akibat harga tiket pesawat yang stabil tinggi serta mahalnya harga bagasi, minat wisatawan terutama dari luar pulau ke Jogja mengalami penurunan. Dari ikatan biro perjalanan wisata menyebutkan penurunan minat wisata ke DIY mencapai sekitar 25 persen.  

Sekretaris Jendral Jogja Travel Community (JTC), Yuri Andrian kepada KRJOGJA.com, Senin (16/9/2019) menuturkan bagi pelaku industri wisata harga moda transportasi udara dan bagasi yang stabil tinggi menyebabkan penurunan animo wisatawan datang ke DIY.

"Terutama mereka yang berasal dari luar pulau bahkan mancanegara. Maka dari itu kita dorong adanya paket paket wisata jarak dekat bagi wisatawan yang tak kalah menarik," jelas Owner Yuri Keviandra Tour ini. 

Ditambahkannya, kendala yang dialami biro perjalanan wisata saat ini ada beberapa hal seperti minimnya informasi, kenaikan harga tiket angkutan yang belum maksimal tersosialisasi serta adanya perubahan kebijakan yang terlalu cepat dan minim sosialisasi.

"Perubahan kebijakan tentu dibarengi dengan penyesuaian di lapangan dan tidak bisa secara cepat. Maka jika kebijakan diberlakukan harapannya jangan berubah terlalu cepat," urainya lagi.  

Ketua JTC, Muryanto menambahkan kendala yang dialami biro perjalanan wisata yakni sesama biro yang seharusnya saling berbagi informasi dan bermitra justru seolah saling bersaing kurang sehat.

"60 anggota JTC ini berkomitmen untuk bersaing secara sehat dan bermitra. Visi utama biro wisata adalah memajukan dunia pariwisata tidak hanya di kawasannya tetapi di Indonesia," tambah pemilik WH Gemintang Tour ini. 

Ditanya mengenai harapan kepada Pemkab Sleman, Muryanto berharap Pemkab mendukung tumbuhnya biro perjalanan wisata dengan menerapkan sebuah kebijakan tertentu. "Pemkab sleman memiliki aturan ketika ada kunjungan pemerintah daerah lain ke Sleman harus menginap di kawasan Slemsn. Harapannya tidak hanya itu saja tetapi biro perjalanan juga menggunakan dari sleman," tambahnya.  

Disinggung mengenai dampak perkembangan infrastruktur seperti jalan tol dan sebagainya, Muryanto menambahkan pembangunan infrastruktur di era ini berdampak positif dengan mempermudah dan mempercepat akses jalan. Meski demikian resikonya konsumen ditarik dana lebih dan rata-rata mereka tidak keberatan. (Aje)

BERITA REKOMENDASI