Peradi Kota Yogyakarta Komitmen Tegakkan Kode Etik Profesi

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) terus berkomitmen untuk menegakkan kode etik profesi para anggotanya. Setiap laporan atau pelanggaran akan segera ditindaklanjuti oleh badan tersendiri yang menangani dalam organisasi. Bila nantinya ditemukan adanya oknum advokat melangar kode etik profesi, maka Peradi siap memberikan sanksi tegas.

"Kami ada ruang pembelaan profesi dan penegakan kode etik. Kalau ada anggota kami yang melanggar kode etik organisasi profesi, maka ada ruang bagi masyarakat untuk mengadukannya," tegas Ketua DPC Peradi Kota Yogyakarta, M Irsyad Thamrin SH MH dalam syawalan anggota Peradi setempat yang digelar di Hotel Royal Ambarrukmo, Rabu (26/06/2019).

Mantan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta ini menjelaskan, pada tahun ini tak ada laporan yang masuk ke organisasi perihal pelanggaran kode etik profesi. Ia berharap para advokat tetap dapat menjalankan profesinya dengan baik dan membangun soliditas untuk penegakan hukum dan keadilan.

Dalam kesempatan ini Irsyad Thamrin juga meminta kepada anggota Peradi untuk terus membela kepentingan masyarakat dalam hal hukum. Dijelaskannya masyarakat berhak untuk mendapatkan pelayanan hukum yang layak demi tegaknya nilai-nilai keadilan.

"Advokat sebagai profesi yang mulia harus membela kepentingan masyarakat, dalam hal ini menegakkan hukum dan keadilan. Karena semua manusia memiliki kedudukan yang sama di mata hukum," katanya.

Sementara itu Ketua Panitia Syawalan DPC Peradi Kota Yogyakarta, M Zamzam Fathoni SH mengatakan kegiatan ini digelar untuk sekaligus membangun komunikasi antar advokat dengan jajaran lain. Bila sebelumnya perdebatan sering tak terhindarkan di ruang sidang, dengan saling bertemu ini maka tak ada lagi hal-hal yang mengganjal di luar persidangan. (Van)

BERITA REKOMENDASI