Perajin Kayu Lukis Bertahan Ditengah Zaman

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN (KRjogja.com) – Kerajinan berbahan kayu bisa diolah menjadi berbagai produk menarik. Salah satu perajin Ahmad Barokah (46) tetap bertahan dengan produk kayu lukis kreasinya. Meskipun belakangan ini daya beli masyarakat sedang turun dan biaya operasional justru makin meningkat.

Produk kerajinan dari bahan kayu mahoni, sonokeling dan wadang ini sudah dijalankan Ahmad sejak 2002 silam. Dia mengatakan dulu kerajinan ini sangat diminati konsumen dari luar negeri. Tapi sudah lima tahun belakangan ini konsumennya berbalik dan hampir 90 persen dia hanya melayani pasar lokal.

"Saat ini pengiriman ke luar negeri hanya melalui trading. Biasanya dikirim ke Singapura, Amerika dan Perancis. Kalau untuk pasar dalam negeri sudah melayani hampir di semua pulau," ujar Ahmad saat ditemui di tempat produksinya di daerah Ngipiksari, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Rabu (31/08/2016).

Dia mengaku ada beberapa faktor yang menyebabkan jumlah pesanan sangat fluktuatif. Mulai dari kondisi politik, bahan baku yang makin mahal dan daya beli masyarakat sendiri yang menurun.

"Desain produknya ada beragam, mulai dari barang fungsional hingga aksesoris. Konsumen juga bisa meminta bentuk sesuai keinginan mereka. Kisaran harganya mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 300.000," imbuhnya.

Meski persaingan tidak bisa dihindari, Ahmad selalu mempertahankan kualitas dengan berinovasi di desain produk maupun kualitas pengecatannya. "Saat ini saya dibantu 16 karyawan yang bekerja di lima tahap produksi mulai dari bahan mentah, pembentukan, pendempulan, painting dan finishing," pungkasnya. (*-1)

BERITA REKOMENDASI