Perang Bubat Tak Perlu Diingat untuk Perpecahan Jawa-Sunda

Editor: Ary B Prass

SLEMAN, KRJOGJA.com – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil bertemu Gubernur DIY yang juga Raja Kraton Yogyakarta, Sri Sultan HB X di Prambanan, Rabu (1/12/2021) malam. Kedua pimpinan daerah ini membicarakan tentang jalinan persaudaraan Sunda-Jawa serta rencana kerjasama di bidang industri kreatif.

Sultan mengatakan dendam masa lalu paska terjadinya Perang Bubat sudah bukan waktunya lagi diperdebatkan. Menurut Sultan, kejadian tersebut yang belum tentu kebenarannya terjadi sudah lebih dari 700 tahun silam dan berangkat dari situasi di masa berbeda dengan saat ini.

“Dalam narasi sejarah manuscript Indonesia kan ga ada, mungkin juga gak pernah ada makanya bagi saya apapun yg terjadi itu sudah 700 tahun lalu. Abad 13 ya sekarang abad 20 sudah 700 tahun kan gak ada urusannya kita sebagai bangsa ya kan. Kenapa kita punya dendam yang tidak pernah selesai. Kita sebagai satu bangsa tidak memperlihatkan itu. Biarpun itu kita persoalkan mungkin masalah mempersatukan Indonesia, ya beda gitu loh dengan sekarang, kita bersatu dari kesadaran sebagai bangsa. Kalau jaman Majapahit kan karena penaklukan bukan karena kesadaran. Kan beda. Sehingga apa, kita perlu kritis, bahwa jaman ini sudah berbeda. Jadi mestinya kita ya meninggalkan hal-hal yang menghambat kita sebagai bangsa kan gitu. Menatap masa depan, jangan menoleh ke belakang terus,” ungkap Sultan.

Sultan sendiri mengagendakan untuk bertolak ke Bandung pada 6-7 Desember mendatang. Ia mengaku hendak berjalan-jalan keliling Bandung dan melihat bagaimana situasi Kota Kembang saat ini.

BERITA REKOMENDASI