Peras Pembeli Saat ‘COD’an, Oknum Mahasiswa Ditangkap

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRjogja.com – Tak punya uang untuk memenuhi kebutuhan hidup, membuat WY alias Cikung (24) melakukan pemerasan. Modusnya, oknum mahasiswa asal Magelang Jawa Tengah tersebut menjual vape secara online. Saat bertemu dengan calon pembeli untuk transaksi, WY malah meminta korban menyerahkan uang yang dibawanya.

Kapolsek Mlati Kompol Tony Priyanto didampingi Kanit Reskrim Iptu Noor Dwi Cahyanto mengatakan, WY saat ini sudah ditahan. Penangkapan WY diawali laporan korban berinisial MOS (20) mahasiswa asal Sewon Bantul. Saat melapor, korban mengatakan pemerasan berawal saat ia melihat postingan di Facebook dengan akun Rifa Tiara. Dalam postingannya, akun tersebut menawarkan penjualan vapor. Korban yang tertarik, kemudian menghubungi pemilik akun yang ternyata adalah WY. Oleh WY, korban diajak bertemu di bulak Padukuhan Bedingin Sumberadi Mlati Sleman, untuk transaksi vapor, Selasa (18/5) pukul 20.30.

Saat itu korban mengatakan hanya punya uang Rp 300 ribu, namun dengan nada tinggi, lelaki tersebut yang tak lain adalah WY, malah mengatakan mengapa korban hanya menawar dengan harga rendah. “Sambil mengancam, pelaku mengatakan jika COD tidak ada kesepakatan maka korban akan diajak berkelahi dan ia akan mengundang teman-temannya. Pelaku juga mengatakan, jika timah panas ini masuk ke ke kakimu gimana? Ancaman itu diucapkan sambil pelaku memasukkan tangannya ke dalam saku jaket, seolah sedang memegang sesuatu,” ungkap Kapolsek di kantornya, Kamis (24/6).

Karena takut, korban menyerahkan uang Rp 300 ribu, sedangkan vape yang akan dijual tidak diberikan. Iptu Dwi menambahkan, setelah korban melapor, penyelidikan dilakukan. “Dengan petunjuk kamera CCTV di sekitar rute menuju TKP dan keterangan para saksi, identitas pelaku berhasil kami dapatkan. Ia kami tangkap selang beberapa hari setelah kejadian, pengakuannya melakukan pemerasan karena tidak punya uang. Tersangka kami jerat Pasal 368 ayat 1 KUHP ancaman hukuman 9 tahun,” pungkasnya. (Ayu)

BERITA REKOMENDASI