Peredaran Psikotropika dan Obat Berbahaya Mendominasi Saat Pandemi

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN (KRJOGJA.com – Direktorat Reserse Kriminal Narkoba Polda DIY mengungkap 14 kasus penyalahgunaan narkoba. Selain mengamankan 16 tersangka, petugas juga menyita puluhan ribu butir pil jenis psikotropika dan obat berbahaya kurun waktu September hingga Oktober 2020 tersebut.

Diresnarkoba Polda DIY Kombes Pol Ary Satriyan SIK, Senin (02/11/2020) menjelaskan dari 14 kasus terkait kepemilikan pil terlarang dan obat berbahaya itu, ada tiga kasus menonjol. Salah satunya yakni kasus dengan tersangka SAP (29) warga Gamping, Sleman, yang ditangkap dengan bukti 20.000 butir pil warna putih berlogo Y.

Selain itu disita juga 120 butir pil terdiri dari Alrazolam, Tramadol dan Rivotril Clonazepam. “Tersangka mengaku mendapatkan barang terlarang itu dengan cara membeli dari temannya seharga Rp 2 juta. Pengakuannya selain untuk dikonsumsi sendiri, juga akan dijual,” ucap Ary didampingi Kabid Humas Kombes Pol Yuliyanto SIK di Mapolda.

Kombes Ary mengungkapkan, selama pandemi Covid-19, penyalahgunaan narkoba didominasi psikotropika dan obat berbahaya. “Penyalahgunaan narkoba ini rata-rata dibeli lewat media sosial. Selama pandemi, narkotika agak berkurang, mayoritas adalah psikotropika dan obat berbahaya dengan sasaran pelajar. Mungkin karena narkotika harganya tidak terjangkau,” tandasnya.

Sedangkan Wadiresnarkoba AKBP Bakti Andriyono didampingi Kasubdit II AKBP Erma Wijayanti menambahkan, dua kasus menonjol lainnya yakni kasus yang menjerat NS (31) dan TPN (23). Tersangka NS, ditangkap dengan bukti 5.000 butir pil Alrazolam atau pil sapi.

Penangkapan dilakukan saat warga Mlati Sleman itu sepulang dari mengambil paket berisi pil sapi. “Tersangka merupakan residivis kasus kekerasan dalam rumah tangga. Awalnya ia pemakai, kemudian iseng akan mengedarkan pil sapi, namun belum sempat diedarkan sudah kami amankan. Tersangka membeli pil sapi itu melalui media sosial seharga Rp 2 juta,” jelasnya.

Sedangkan tersangka TPN, ditangkap dengan bukti 8 botol berisi 25.000 butir pil trihepynidyl. Tiap botol, tersangka yang sudah sekitar satu tahun menjalankan profesi terlarangnya itu, membeli seharga Rp 750 ribu. “Ia ditangkap di rumahnya daerah Kasihan Bantul, tanpa perlawanan,” tutupnya. (Ayu)

BERITA REKOMENDASI