Perpustakaan Sekolah Belum Semua Terakreditasi

SLEMAN, KRJOGJA.com – Perpustakaan sekolah yang ada saat ini ternyata belum semuanya terakreditasi. Tak terkecuali di Kabupaten Sleman. Dari ratusan sekolah jenjang SD-SMP, baru 15 sekolah yang perpustakaannya sudah terakreditasi.

Masih minimnya perpustakaan sekolah yang terakreditasi ini cukup disayangkan. Mengingat akreditasi penting dimiliki karena menjadi dasar dan standar kualitas sebuah perpustakaan. Apalagi Kabupaten Sleman sedang menuju sebagai smart city

pada 2021 nanti.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPK) Kabupaten AA Ayu Laksmidewi dalam sosialisasi perpustakaan sekolah dan desa, Rabu (28/8). Menurutnya, selama ini sekolah masih fokus pada pengadaan buku pelajaran saja. Tanpa diimbangi dengan ketersediaan pustakawan yang memadai. Padahal konsep perpustakaan saat ini tidak sebatas pada kelengkapan koleksi saja. Namun juga harus lebih berinovasi program.

"Tujuannya apa, agar siswa bisa merasa senang ketika di perpustakaan. Karena di perpustakaan juga bisa melakukan aktivitas lain. Seperti diskusi tentang tugas sekolah atau yang lain. Jadi tidak sebatas pada membaca buku saja. Untuk itu perpustakaan saat ini harus jadi ruang solusi, inovasi dan sumber pengetahuan yang dapat diimplementasikan," katanya.

Belum maksimalnya pemanfaatan perpustakaan sekolah juga dibenarkan oleh Kasubbag Keuangan Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman Rita Mutia. Bahkan ada sekolah yang belum memiliki perpustakaan. Padahal koleksi bukunya sudah cukup memadai.

"Padahal dari pemerintah sudah memberika alokasi dana operasional sebesar 20 persen. Dana tersebut menjadi kewenangan sekolah dalam pemanfaatannya. Sayangnya belum semua sekolah sudah memanfaatkan dana tersebut untuk pengembangan perpustakaan," jelasnya. (Awh)

 

BERITA REKOMENDASI