Pertamina Sulap Lahan Tidur Jadi Kampung Wisata Pisang

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – PT Pertamina (Persero) melalui Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Adisutjipto berhasil menyulap lahan tidur tidak produktif di area Ring I menjadi Kampung Wisata Pisang Kalongan Maguwoharjo, Depok, Sleman. Hal ini sebagai wujud implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang dijalankan PT Pertamina (Persero).

Semula banyak lahan kosong yang belum teroptimalkan di wilayah tersebut lalu Pertamina bekerjasama dengan kelompok masyarakat setempat menggali potensi yang ada hingga tercetuslah dijadikan kebun pisang.Lahan dengan luas sekitar 2.685 meter persegi disulap dan dimaksimalkan menjadi budidaya pisang, tanaman sayuran organik, pengolahan pupuk organik dan pembuatan pestisida nabati.

Operation Head PT Pertamina (Persero) DPPU Adisutjipto Sukmawijaya mengatakan program ini salah satunya dijalankan dengan memberdayakan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kartini yang ada di Padukuhan Kalongan dan beranggotakan 27 orang yang semuanya perempuan untuk memanfaatkan dan mengolah pisang tersebut sejak 2014 lalu. Melalui program, pihaknya berharap dapat memberdayakan kelompok ibu-ibu yang ada di Padukuhan Kalongan menjadi kelompok wanita yang mandiri dan berdikari sehingga bisa membantu para suami meningkatkan perekonomian. Bahkan, program ini juga telah mendorong KWT Kartini Kalongan menjalankan unit simpan pinjam untuk membantu masyarakat di padukuhan dalam mengatasi permasalahan ekonomi.

“Jadi kita tidak hanya memberikan sumbangan sudah selesai dan lepas, tetapi kita memberikan edukasi dan fasilitasi sarana prasarana (sarpras) kepada mitra binaan seperti mengolah pisang agar bisa menjadi sesuatu yang bisa dijual. Kita dampingi KWT Kartini ini sudah hampir lima tahun mendekati exit program dengan harapan bisa berdiri sendiri,” tutur Sukma di Kampung Wisata Pisang Kalongan Maguwoharjo Depok Sleman, Kamis (20/08/2020).

Sukma menjelaskan Pertamina juga melakukan pendampingan KWT Kartini pada sektor hilir dengan mendorong terciptanya terobosan inovasi berbagai macam produk olahan pisang dalam kemasan. Produk olahan pisang yang diproduksi KWT Kartini ini di antaranya grubi pisang, keripik pisang, pisang krispi, banana cookies, pisang wijen, brownies pisang, hingga es krim kulit pisang.  Hasil penjualan produk-produk KWT Kartini tersebut menjadi sumber penghasilan bagi anggota kelompok untuk menambah pendapatan keluarga.

“Perempuan merupakan salah satu pilar terpenting yang menjadi penggerak keluarga bahkan sebagai penggerak masyarakat secara umum di satu wilayah. Kami ingin kehadiran Pertamina di lingkungan mereka sangat berguna dan milik masyarakat juga karena keuntungan yang diperoleh Pertamina akan dirasakan masyarakat sekitar melalui program CSR Pertamina,” imbuhnya.

Sekretaris KWT Kartini Kalongan Ruffy Aryanti mengaku dari daun, buah hingga batang pohon pisang dapat dimanfaatkan dan diolah sedemikian rupa agar bernilai jual terutama di masa pandemi Covid-19 ini. Awalnya ada 2.000 pohon pisang yang ditanam yaitu jenis Cavendish, Mas dan Raja, kini hanya tinggal sekitar 1.000 pohon pisang untuk buah dan olahan makanan disini. Produksi olahan pisang baru dimulai 2015 dengan dibuatkan rumah produksi dari CSR Pertamina.

“Kami awalnya diberikan pelatihan menanam pohon pisang hingga panen sejak 2015 lalu, dimana hasil panennya bisa dirasakan masyarakat sekitar. Hasil panen pisang ini ada yang dikonsumsi sendiri ada yang dijual diluar. Kami pun diberikan pelatihan untuk membuat berbagai olahan dari pisang, contohnya dari kulit pisang raja yang direbus dan diambil ekstraknya untuk pembuatan es krim kulit pisang dan sebagainya,” imbuhnya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI