Pesepeda Keliling Indonesia Berniat Terbitkan Buku

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pesepeda keliling Indonesia yang juga relawan literasi, Muhammad Maahir Abdulloh asal Jakarta Selatan singgah di Yogyakarta, Kamis (22/03/2018). Pria yang bercita-cita menjadi tentara semasa kecil ini baru saja menempuh 3 diantara 34 provinsi seluruh Indonesia yang bakal dilewatinya dua tahun kedepan.

Di balik misinya mengajar anak-anak di 10 desa pedalaman dan pinggiran, Maahir ternyata memiliki hasrat untuk membukukan perjalanannya. Selama dua tahun, menurut dia akan banyak cerita yang dialami untuk kemudian dituliskan dalam buku.

Baca juga :

Dua Tahun Maahir Abdulloh Bersepeda Keliling Indonesia

Salah satu penerbit bahkan sudah siap mencetak tulisan selama perjalanan saat nantinya tiba kembali di Jakarta pada 11 Maret 2020. Dikisahkan Maahir, buku tersebut akan memuat pengalamannya yang bepergian jauh, lama namun dengan persiapan yang terukur.

“Saya ingin membagikan pengalaman bepergian dengan persiapan yang terukur. Saya juga ingin menunjukkan betapa indah dan luar biasanya Indonesia, dan siapa saja ternyata bisa mewujudkan mimpi masa kecil,” ungkapnya saat singgah di Kantor PMI Sleman.

Berbagai persiapan dilakukan Maahir sebelum memulai perjalanan termasuk melakukan dua kali ujicoba perjalanan dengan sepeda ke Jawa-Bali. Pun di perjalanan kali ini, suku cadang sepeda tak luput dibawa sebagai bekal berjaga-jaga selama dua tahun.

“Saya membawa ban cadangan, jari-jari dan beberapa part sepeda yang penting sebagai antisipasi kalau terjadi sesuatu di jalan meski tak saya harapkan. Tapi terpenting juga fisik bagaimana mengatur perjalanan misalnya empat hari jalan dan dua hari istirahat, begitu ritmenya,” ungkapnya lagi.

Menikmati Setiap Rute Perjalanan

Medan jalan di Pulau Jawa yang saat ini dilalui Maahir Abdulloh terhitunf baik karena infrastruktur yang telah memadahi. Namun, tantangan besar akan menghampiri setelah berpindah dari pulau Jawa dan melewati daerah lain yang pembangunannya belum se masif Jawa.

Ternyata Maahir telah mempersiapkan diri menghadapi situasi tersebut. Ia bahkan sudah mempersiapkan diri dengan bekal suku cadang termasuk tenda dan perlengkapan memasak saat terpaksa harus beristirahat di antah berantah.

Maahir menyadari adanya perbedaan antara satu pulau dengan pulau lain di Indonesia termasuk kebudayaan yang beragam. Menikmati setiap perjalanan menggunakan sepeda besi inilah yang akan dilakukan untuk memastikan misi keliling Indonesia bisa tercapai.

“Saya mungkin akan terus menghadapi panas, hujan kemudian jalan bagus, jalan tidak bagus dan banyak hal lain selama perjalanan. Tapi saya akan berusaha menikmati karena disitulah tantangan bersepeda yang harus saya taklukkan, saya akrabi,” ungkap anggota PMI Jakarta Selatan ini.

Selama perjalanan meski tetap mengusahakan semua modal mandiri, Maahir tetap mendapatkan perhatian dari PMI seluruh Indonesia. Misi relawan literasi yang dibawanya ternyata mendapat dukungan penuh dari organisasi sosial kesehatan tersebut.

Salah satunya saat berada di Yogyakarta, Maahir dua kali disambul oleh PMI DIY dan PMI Sleman yang kebetulan satu jalur dengan misi bersepeda tunggalnya ini. “PMI seluruh Indonesia siap mensuport saya mungkin memperbolehkan saya beristirahat saat perjalanan dan menyemangati, itu sudah luar biasa untuk saya,” ungkap pemuda yang saat ini masih berjualan jersey untuk pendanaan perjalanan.

Hari ini juga, Maahir akan meninggalkan Yogyakarta menuju Magelang untuk kemudian ke Semarang sebagai check point keempatnya. Ia akan singgah di 34 ibukota provinsi selain 10 desa tertinggal dan 7 puncak tertinggi Indonesia. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI